Enggak mau ih, Kotor Bu !!

Kamis, 16 April 2009


~ Enggak mau ih, Kotor Bu !! ~

Berani kotor....itu baik..!!!

Indy Faudzul Azry adalah salah satu murid kelas TK nol besar di Sekolah Islam Terpadu AL KARIMA Pontianak. Tempo hari ketika guru TK mengajarkan aktifitas Finger Painting di kelasnya. Indy tak sama sekali mau menyentuh cairan warna yang telah disediakannya, meski telah dibujuk oleh guru dan teman-teman lainnya. Indy tak sama sekali bergeming. Padahal semua teman-teman telah asyik memasukkan jari-jari mungil mereka wadah cairan warna tersebut lalu masing-masing mereka sibuk meletakkan tangannya pada kertas putihnya masing-masing.

”Indy enggak’ mau begitu, jijik...nanti tangannya kotor...”

Bukan hanya itu, pada hari lainnya, ketika semua teman-teman di kelasnya sibuk menempel kertas-kertas warna pada buku gambar mereka. Indy juga tidak mau mengikuti aktifitas tersebut dengan alasan yang sama, Ia tak sama sekali mau menyentuh lem kertas dengan tangannya. Indy mau melakukannya hanya bila ia dapat kepastian bahwa tangannya tidak akan sama sekali menyentuh lem kertas tersebut.

Mengapa sampai ada anak seperti Indy yang maunya serba bersih? Banyak faktor yang menjadi penyebab, salah satunya adalah contoh lansung yang dilihatnya sehari-hari. Orangtua yang serba bersih akan menurunkan pada anak.
Prilaku yang sama juga bisa muncul karena anak terlalu banyak dilarang. Contonya jika anak keluar rumah tidak memakai sandal langsung diomeli, anak tidak mau merapikan bekas makanan nya lansung kena marah. Jadilah anak takut takut salah manakala berada ditempat yang tidak bersih.

Nilai positifnya apa sih??
Pada batas wajar, kebiasaan serba bersih adalah positif. Salah satunya teratur. Anak-anak yang maunya serba bersih umumnya pola hidupnya teratur, mereka biasanya mudah mengikuti jadwal harian, jam berapa harus main, jam berapa harus tider siang dan lain sebagainya.

Selain itu anak-anak dengan kebiasaan serba bersih biasanya akan cenderung hati-hati/ tidak ceroboh dalam bertindak. Misalnya saja ia menjadi terbiasa mengembalikan barang yang diambil ke tempat semula supaya tetap bersih dan rapih.

Berikutnya orangtua jadi lebih mudah memasukkan nilai-nilai positif pada anak. Contohnya karna kebiasaannya yang serbah bersih, orangtua jadi gampang mengajarkan tentang kesehatan.

Klo negatifnya apa aja??
Dampak negatif yang ditimbulkan dari anak yang serba bersih diantaranya adalah tidak fleksibel. Segala sesuatu harus sesuai dengan standarnya, seperti Indy yang tidak mau memegang lem yang dianggapnya kotor.

Dampak berikutnya adalah anak menjadi tidak fun dan tidak kreatif. Sejatinya bermain kotor-kotoran dapat mengasah kreatifitas anak. Anak yang tidak pernah melewatinya biasanya jadi terlalu serius dan tidak fun. Ia pun menjadi kurang kreatif bila menemui situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya, selanjutnya anak-anak jadi tidak mau ambil resiko. Misal klo diajak main ke tempat yang belum pernah dikunjunginya ia akan menolak karena tidak mau ambil resiko berada di tempat yang ”menyusahkannya”.

Akhirnya, karena pilihan permainannya terbatas, lingkungan yang dikehendakinya terbatas, jadilah anak-anak ini kurang stimulasi, motorik kasarnya jadi kurang terlatih, karena ia tidak mau bermain di lapangan rumput yang kotor, tidak bisa memanjat pohon, kurang terampil olahraga dan sebagainya.

Jika anak-anak maunya serba bersih, orang tua harus gimana dong???
Menurut Ibu Diah Paramitha, Psi., ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan orangtua yaitu sebagai berikut :
- Cari Penyebabnya
Cari tau apa penyebab anak maunya serba bersih. Luruskan pendapatnya yang kurang sesuai, berikan penjelasan yang mudah dimengerti.
- Kebersihan Proporsional
Jelaskan pada anak kalau hanya kotor sesekali tak masalah. Berikan batasan yang mudah dipahami, kalau kotor tidak mengganggu kesehatan bearti tidak masalah. Misalnya baju kotor karena percikan lumpur, asal sampai di rumah segera digaanti, tidak apa-apa. Tapi makanan yang jatuh ke lumpur, itu sudah tidak boleh diambil/ dimakan.
- Rapi Tak Bearti Kotor
Jelaskan padanya ketika kita memintanya untuk selalu rapi bukan bearti tidak memperbolehkan bermain kotor-kotoran. Misalnya merapikan kamarnya adalah untuk menghidarkan kamar jadi sarang nyamuk. Tapi kalau bermain tanah atau bermain bola di lapangan yang becek tidak apa-apa meski bajunya kotor, asal setelahnya langsung mandi.
- Hari-hari Kotor
Sesekali, buatlah hari-hari kotor bersama anak, misalnya berkebun bersama, membuat adonan kue bersama, dan lain sebagainya. Jadikan kegiatan-kegiatan tersebut sebagai acara yang menyenangkan bagi mereka.
- Tidak Merepotkan Kok
Salah satu alasan keengganan anak untuk kotor karena takut disalahkan orangtua.
Selain itu bisa jadi karena anak jadi malas kotor karena malas repot karena dalam benaknya kotor itu merepotkan, misalnya setelah main becek-becekan anak harus mandi dan keramas. Sementara anak tidak mau kedinginan saat keramas, solusinya sediakan air hangat.
- Berikan Teladan
Contoh lansung lebih mudah bagi anak usia dini untuk menyerap apa yang dilihat sehari-hari. Jadi, berikan contoh yang proporsional supaya anak bisa menirunya.

Jum'at, 17 April 09
Ga' da yang lebih indah selain dunianya...

~ Karna tubuh ingin dimengerti ~


~ Karna tubuh ingin dimengerti ~

Kesehatan adalah salah satu harta termahal yang kita miliki. Jika keseluruhan dari organ tubuh yang kita miliki dihargai secara nominal, niscaya akan mencapai nominal tak terhingga. Anda setuju bukan?. Dalam sebuah berita di salah satu media masa bahkan ada salah satu rumah sakit di Singapura yang mau membeli ginjal untuk di donorkan ke pasien-pasien gagal ginjal di rumah sakit tersebut. Satu ginjal tersebut dihargai dengan nominal di atas dari 50 juta, tentu saja itu semua dilakukan secara terselubung. Tetapi meskipun dengan nilai nominal yang begitu tinggi, tak banyak dari kita yang merelakan salah satu ginjal dari kedua ginjal yang kita miliki, meskipun ada jaminan bahwa kita bisa tetap sehat hanya dengan satu ginjal. Mengapa demikian?? Tentu saja karena setiap kita lebih mengutamakan kelanggengan kesehatan daripada mengantongi banyak uang tetapi tidak sehat di kemudian hari.

Nah, Siapapun kita pasti menginginkan tubuh yang sehat, karna tanpa sehat setiap kita tidak bisa melakukan aktifitas dengan seutuhnya. Sebagai duta kesehatan dan gizi keluargs, bunda Neno Warisman mempunyai beberapa tips praktis dan aplikatif untuk kita yang memberi penghargaan khusus terhadap tubuh.
Berikut ini adalah tips-tips sehat ala bunda Neno Warisman :

1. Berikan yang mentah lebih banyak, dari pada yang masak.
Lebih sering mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran-sayuran mentah sebagai lalapan akan membuat sistem pertahanan tubuh kita jauh lebih baik.
2. Minumlah air, minimal 30 ml x berat tubuh.
Ini bearti jika berat tubuh anda 50 kg, maka paling sedikit anda harus meminum 1500 ml air perhari.
3. Tinggalkan gula putih, gunakanlah gula aren atau madu.
4. Tinggalkan mie instans.
Zat-zat aditif yang terkandung didalamnya akan terakumulasi di dalam tubuh dan dalam jangka waktu yang panjang akan memberikan dampak negatif bagi tubuh seperti tulang keropos, kanker dan lain-lain.
5. Gunakan kembali minyak kelapa.
Meskipun secara fisik minyak kelapa jauh lebih buruk dari minyak-minyak kemasan, tetapi minyak kelapa jauh lebih baik untuk dikonsumsi, karena minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak jenuh yang lebih tinggi daripada minyak kemasan sehingga lebih tahan dan aman digunakan bila digunakan berulang-ulang.
6. Budayakan makan singkong.
Singkong mempunyai kandungan sianida yang berperan memakan sel-sel kanker dalam tubuh.

Bagaimana menurut anda? Mudah bukan?? Selamat mencobanya ! ^_^


Dini Hari, Kamis, 16 April 2009
Setelah membuka kembali catatan2 mungil yang tak beraturan.

~ Butiran Cinta itu ...~

Senin, 13 April 2009


~ Butiran Cinta itu ...~

Setiap pagi saat suasana kost masih sepi karna sebagian penghuninya masih terlelap dibuai mimpi, saat jarum jam baru bergeser 20 menit dari pukul 05.00 wib. saya selalu mendengar teriakan lembut dan penuh manja.
”Pak...! Pak...!”
Itu pasti suara si kecil ’Ajeng’. Anak ragil bapak kost yang masih sekolah TK. Ajeng memang terlihat begitu dekat dengan bapaknya.
”Ngiih..”
Pak..!, Bapak...!

Wah Ajeng belum puas juga nih, masih juga teriak-teriak. Tapi, sekali lagi saya mendengar sahutan penuh kelembutan dari sang Bapak..
”Inggih..”
”Pak..!, Bapak di mana?”

Wah si Ajeng tetap masih memanggilnya dengan manja, pasti karna bapak belum mendekatinya...
”nggiih..Bapak di sini ini loh..., bentar yah...”
Sehabis itu ga’ terdengar lagi teriakan Ajeng. Pasti setelah itu bapak segera menghampiri putri bungsunya itu.

Ups..saya kadang tertarik untuk melihat kemesraan mereka di pagi hari, seperti pagi ini, dengan begitu semangat saya menuruni tangga dan ternyata bapak lagi asyik memilah-milah pakaian kotor di dekat mesin cuci, pantesan aja si Ajeng berulang kali memanggilnya.

Meski ada sang ibu di rumahnya..., belum pernah sekalipun saya mendengar Ajeng memanggil-manggil ibunya. Dalam keseharian yang terlihat, Ajeng memang begitu lengket dengan Bapak. Ga’ tau kenapa. Tapi, sejak awal berkenalan dengan keluarga bapak kost, saya memang menemukan ’kharisma’ itu. Aura ’sayang’ dan bijaksana darinya. Setiap melihatnya saya selalu teringat dengan Bapak saya. Kharisma yang sama juga saya temukan pada bapak. Bapak lebih banyak ’mengekspresikan’kan sayangnya, daripada ibu. Itu mungkin yang membuat kami : saya dan Ajeng, lebih dekat dengan Bapak. Sesuatu hal yang tidak umum, karna hampir sebagian besar anak lebih merasa lebih dekat dengan ibunya.

Episode pagi antara Ajeng dan Bapak kost sama persis dengan episode-episode pagi yang saya lewati bersama Bapak sekitar 19 tahun yang lalu. Dulu saya melakukan hal yang sama seperti Ajeng. Setiap pagi selalu begitu. Sejak usia 4 tahun hingga kelas 2 SD, setiap pagi setiap bangun tidur, saya selalu memanggilnya dan saya sama sekali tak beranjak dari tempat tidur kecuali setelah bapak datang dan mengendong saya beberapa saat, hingga saya benar-benar telah siap melakukan aktifitas selanjutnya. Setiap pagi dalam dekapan bapak, saya merasakan energi cinta yang luar biasa. Selama waktu yang terus bergulir, bapak selalu melakukan semuanya dengan kehangatan sayangnya, dengan senyumnya yang tulusnya. Sedikitpun Bapak tak pernah mengeluh, tak pernah mencela anaknya yang begitu ingin dimanjakannya. Dan episode pagi itu baru berakhir ketika saya telah merasa besar dan malu untuk memanjakan diri padanya...^_^.


Setiap saat dan setiap waktu saya selalu terkenang dengan butiran-butiran’cinta’ Bapak.
Lewat ’cinta’ nya bapak mengajarkan saya banyak hal. Tentang keikhlasan dan ketulusan. Tentang empati terhadap sesama. Energi cinta yang saya bapak berikan selalu menguatkan saya di saat lemah.

Bapak selalu memperlakukan siapapun dengan penuh kelembutan, bukan hanya terhadap saya tapi juga terhadap semua anak-anak dan cucu-cucunya. Sebab itu kami : anak-anaknya sangat menghormatinya dan lebih menyanyanginya. Hingga saat ini tak satupun dari kami yang pernah berkata kasar padanya. Karna Bapak juga tak pernah melakukannya pada kami. Bahkan hingga menjelang 24 tahun usia saya, seingat saya, Bapak hanya 1 kali marah, itupun saat usia saya belum baligh (kelas 6 SD, 10 tahun). Selebihnya saya hanya menemukan kehangatan kasihnya. Darinya juga saya belajar tentang kelembutan, hingga saya mampu mengembangkan sifat positif dalam bersosialisasi. Ehmm...Bapak sungguh saya bersyukur memilikinya. You are my inspiration.


Kemesraan Ajeng dan bapak kost pagi ini, kembali mengundang rindu padanya : bapak. Sosok yang sederhana dan penuh cinta. Kerinduan itu lalu menggerakkan saya untuk segera memutar MP3 ”Yang Terbaik Bagimu” by ’ADA BAND dan Gita Gutawa. Lalu senandung itupun mengalun merdu...: syahdu, memecahkan kesunyian pagi, mengisi penuh ruang kerinduan padanya.

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu, buatku melambung
Di sisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Coba kau dengar yang mungkin ku lakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku trus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan kau demikian
Kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati


Ehmm..Bapak..., pagi ini saya menangis karna mengenang kebersamaan kita.
Rindu..rindu dengan ’ekspresi cinta’ yang selalu terpancar dari wajahmu.
Sungguh..saya tak ingin mengecewakanmu......
Semoga akhirnya nanti Alloh akan mempertemukan saya dengan laki-laki sepertimu, yang akan menemani hari-hari berikutnya, setelah ketiadaanmu nanti...

Sabtu, 11 April 2009
Di ruang rindu kita bertemu...

~ Yang Masih Ada, Di Saat Yang Lain Tiada..~

Kamis, 02 April 2009

~ Yang Masih Ada, Di Saat Yang Lain Tiada..~

”Namanya mas Pras mba, dia teman sekantor saya. Sudah setengah tahunan ini dia mutasi ke kantor saya, tapi saya baru merasa dekat dengannya 3 bulan terakhir ini. Itu pun karena urusan pekerjaan mengharuskan komunikasi di antara kami. Komunikasi kami seringkali hanya melalui vasilitas YM (Yahoo Messenger) yang yang tersedia di meja kerja kami masing-masing. Orangnya terlalu pendiam mba, dan saya, mba tau sendiri kan?? Paling sulit dan enggan memulai komunikasi dengan orang-orang baru di sekitar saya.”

”Beberapa waktu terakhir kami mulai saling berbagi untuk beberapa hal, hal-hal ringan di luar pekerjaan tentunya. Kadang saya atau pun mas Pras memulainya dengan gurau-gurauan ringan di sekitar kami. Belakangan saya baru tahu ternyata mas Pras cukup humoris dan terbuka. Setelah itu saya merasa mas Pras sangat ’care’ dengan saya dan dengan orang-orang di sekitar kami . ”

”Endingnya kini...saya mengganggap mas Pras sebagai abang bagi saya, bagian dari keluarga saya, orang yang saya hormati dan juga saya segani. Begitu juga sebaliknya, mas Pras memposisikan saya. Tempo hari saya pernah berbagi tentang rencana pernikahan saya, mas Pras juga berbagi tentang rencana yang sama. Lalu saya lah yang akhirnya lebih dulu menikah dengan laki-laki yang kini sangat saya cintai dan saya kagumi. Dan mas Pras sendiri baru akan menikah di akhir tahun ini, bukan karna ’materi’ yang menghalanginya. Tapi karna faktor ’kesiapan’ dari calon istrinya.”

”Kira-kira 2 minggu setelah pernikahan saya, ada masalah yang cukup mengganjal di hati saya..., saya dan suami diminta untuk segera pindah dari rumah yang kini saya tempati. Itu artinya saya harus dengan segera mencari rumah baru, seminimalnya rumah kontrakan yang bisa kami tempati berdua. Tetapi setelah lama mencari, kami mendapatkan rumah tinggal yang cukup luas untuk kami berdua dan anak-anak kami nantinya, sebuah rumah dengan dua buah kamar yang terletak di pinggiran kota. Dari hasil negoisasi dengan si empunya rumah, kami bisa memilikinya dengan harga 80 juta. Kami sepakat untuk membeli rumah tersebut, dan baru akan melakukan traksaksinya sepekan kemudian. Sejujurnya kami tak memiliki tabungan sebanyak itu, maka sudah pasti kami harus mencari pinjaman, meski belum tergambar dengan jelas kemana kami harus mencari pinjaman sebesar itu. Meminjam ke bank?? Terlalu rumit urusannya...”

”Beberapa hari setelah itu, saya YM an kembali dengan mas Prass, ingin berbagi kembali. Ya...hanya ingin sekedar berbagi...hanya ingin sekedar mengurangi beban hati.
Lalu dengan sedikit sungkan dan segan, saya pun membaginya. Dan tau kah mba?? Betapa tak pernah saya bayangkan sebelumnya, dengan mudahnya dan tanpa ba...bi..bu.. lagi, mas Pras menawarkan pinjaman 80 juta tersebut. Seketika itu saya menangis mba, bayangkan saja mas Pras dengan rela meminjamkannya tanpa kesepakatan apapun. Dengan bijaksananya ia katakan : ”Gunakan saja dulu, dan silahkan kembalikan jika sudah ada rizkinya.” Ketika saya katakan bahwa mungkin saya dan suami hanya bisa membayarnya dengan cicilan dan mungkin baru akan lunas 8-10 tahun ke depan. Dengan sangat baiknya Mas Pras katakan : ” Ga’ pa pa...jangan terlalu difikirkan, mohon doakan aja, agar mas segera bisa menyusulmu yah , do’akan agar semua rencana Mas terlaksana dengan lancar”.

”Kesokan harinya mas Pras langsung mentranferskan uangnya ke rekening saya mba,..Ehm...hilanglah sebuah beban itu. Sungguh mas Pras adalah pahlawan bagi kami..., Saya takjub dengan kebaikannya, bayangkan saja mba’, dia sangat sederhana, belum menikah, belum memiliki rumah pribadi, belum memiliki kendaraan pribadi dan usianya belum genap 25 tahun. Dan uang itu belum tentu kembali dalam 8 tahun ke depan. Bagi orang-orang seusianya tentu akan banyak pertimbangan, paling tidak uang itu akan mereka gunakan untuk biaya pernikahan, ataupun untuk rencana-rencana lain di masa depan. Jika pun mereka meminjamkan mengkin hanyaga lebih dari 50% nya atau bahkan kebanyakan dari mereka akan menolak : ”maaf saya ga’ bisa bantu karna saya juga sedang membutuhkannya. ”

”Mba mungkin mengira kebaikan-kebaikannya itu hanya karna kedekatan saya dengannya??

”Ceritanya Ga’ hanya sampai di situ mba’. Sekitar satu bulan setelah pinjaman itu, teman suami saya akan melahirkan. Tetapi karna ada kelainan pada kandungannya, maka dokter memutuskan bahwa istrinya harus di operasi. Ga ’ ada arternatif lain. Untuk semua prosesi itu seminimalnya harus mengeluarkan biaya 5 juta rupiah, belum termasuk biaya rumah sakit, obat dan lain-lain. Saat itu teman suami saya tidak mempunyai dana yang cukup untuk semua biaya tersebut, bahkan sangat jauh dari cukup. Sedangkan tanpa uang sejumlah itu istrinya tidak akan bisa segera di operasi, dan itu artinya istrinya harus menunggu hingga suaminya memiliki uang yang cukup. Lalu suami saya dan teman-teman lainnya berinisiatif mengumpulkan uang suka rela untuk membantunya, karna waktu itu akhir bulan, maka uang yang terkumpul hanya 1 juta lebih sedikit. Tentu saja belum mencukupi.”

”Dan kembali mba’...saya kembali membagi cerita itu ke mas Pras, masih melalui YM kami. Mba tau apa tanggapan mas Pras?? ” Wah...maaf banget yah, mas bisa bantu...tapi ga’ bisa bantu banyak. Mas cuma bisa bantu 3 juta, ke rekening mana harus di transfer??, mas akan transfer segera..., semoga ibu dan bayinya sehat dan selamat.”


” Subhanalloh mba’...untuk kedua kalinya saya takjub dengan kebaikannya, 3 juta itu mas Pras berikan sebagai infaq mba, bukan pinjaman. Padahal mas Pras sama sekali ga’ mengenal teman suami saya mba’.., dan lantaran 3 juta tersebut istri teman suami saya itu bisa segera di operasi dan alhamdulillah keduanya sehat dan selamat.”

”Saya yakin masih banyak kedermawanan mas Pras lainnya yang tidak saya ketahui. Dan dua cerita tadi hanyalah sebagian kecil dari kisah-kisah ’hero’ lainnya dari seorang Prasetyo Pambudi, ST.”

”Pada kesempatan yang lain, saya coba menanyakan padanya, apa motivasi atas kedermawanannya itu..., lalu dengan kesahajaannya mas Pras katakan : ” Yah..uang itu kan titipan dariNYa toh?, berat juga klo’ dititipi banyak-banyak...Daripada begitu mending dibagi aja kan?, karna pasti ada hak orang lain pada rizki yang mas dapatkan dariNya..”

” Ehm..mas Pras ga’ terlahir dari keluarga kaya mba’ , ga’ juga dari keluarga miskin......Ikhtiar dan didikan orangtuanya menjadikan ma Pras ’ hebat’ seperti sekarang.
Saya ga’ tau pasti berapa gaji bulanannya, tapi mungkin tidak kurang dari 4 juta perbulan belum di tambah bonus-bonus lainnya. Saya fikir, ada banyak orang yang mempunyai penghasilan bulanan yang lebih besar darinya baik di kantor saya maupun di tempat kerja lainnya, tapi TIDAK banyak orang yang seperti mas Pras.”


” Mba...tau?? saat ini mas Pras sedang ada di Perancis. Kantor pusat kami mengutusnya untuk mengikuti sebuah training internasional selama beberapa pekan. Suatu kesempatan yang tentu saja sangat jarang menyapa setiap kita. Dan saya yakin kesempatan yang mas Pras dapatkan adalah salah satu tanda keberkahanNya dan balasan dariNya atas segala kebaikan dan kedermawannya. Saya berharap masih banyak mas Pras-mas Pras lainnya yang bertebaran di bumi ini, seseorang yang senantiasa ada, di saat yang lain tiada...”

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al baqaroh : 261)

Allah berfirman : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki". (QS. Saba : 39)



Kamis, 2 April
Kaliurang, Yogyakarta
~ cerita ini bersumber dari kisah nyata yang di alami oleh seorang sahabat, saya menuliskannya dengan sedikit mendramatisasi positif, nama yang di gunakan bukan nama sebenarnya.

~ Hari - Hari Penuh Rindu ~

Selasa, 31 Maret 2009


~ Hari- Hari Penuh Rindu ~

Minggu, 22 Maret 2008
Tepat jam 10.00 wib, kapal merapat di pelabuhan Semarang. Alhamdulillah, kami tiba dengan sehat dan selamat. Semarang menyambut kami dengan sinar matahari yang cukup terik dan udara yang cukup panas...tak kalah panas dengan Pontianak. Mungkin karna Semarang termasuk kots Industri yah??.Tapi meski panas bentang alamnya bagus euy! Subhanallah, meski di tanah yang tak datar, rumah tersusun dengan padat dan rapi. Kami segera masuk ke mobil mungil, sebuah mobil travel berwarna merah. Mobil kecil yang dipaksa untuk memuat 10 orang, berikut barang-barang bawaan yang tak kecil. Ughh..masya Alloh, sesak. Panas, pusing, capek teraduk menjadi satu rasa : Mual. Rasa yang jarang sekali menyapa perut saya. Setelah 20 menit menikmati ”mual”, Hujan yang tak lebat menyapa kami. Pawai PDI P sempat membuat macet perjalanan kami. Selama 15 menitan kami sempat menjadi anggota rombongannya. Duh Rabby...kenapa mobil kami harus mewarna merah. Hati saya menolak mentah-mentah, dan lalu berteriak dengan lantang : ”Saya mah PKS aja deh!! Sekali PKS tetap PKS, kan PKS = Partai Kita Semua, PKS tea!! Hidup PKS”. Dan maaf saudara-saudara saya mah berani nya ngomong di dalam hati aja, maklum lagi ga Fit. (he..he..). Hujan terus mengiringi perjalanan kami Semarang- Temanggung-Magelang-Yogya. Sekitar jam 1 siang kami tiba di Temanggung. Alhamdulillah kami bisa keluar dari ’unta merah’. Rehat zuhur dan makan gratis. Penumpang berkurang 2 orang, unta kami pun menjadi sangat nyaman. Mual saya telah menguap bersama hilangnya rasa lapar (soale dari pagi Cuma minum doank..). Lega banget, Alhamdulillah bisa menikmati perjalanan : menikmati alam yang dengan sangat apik di bentangkan olehNYA.., yang hadir hanyalah rasa takjub atas kesempurnaan dan keindahan ciptaanNYa , Subhanalloh!!!. Teman-teman yang lain malah lebih merasa nikmat : ”sukses tidur sepanjang perjalan Temanggung – Yogya”.

Saya mah ga’ mau tertidur. Ini kesempatan mahal yang Alloh berikan, tidurnya mah ntar malam aja....(he..he..)
Sekitar pukul 17.00 wib kami sampai di tempat kost. Hua!! Ternyata kamar kost kita di lantai 2. Syukurnya tenaaga sisa kita masih cukup kuat untuk ngangkat koper-koper yang beratnya .....(berat bgt). Rasa capek sudah tak tertahankan lagi..pingin segera tidur..Tapi gimana mau tidur...kamar kostnya kotor e..Kita harus bersih-bersih dulu...
Habis isya kita semua kelaperen loh..ga da makanan..,. Turun tangga, jalan kaki lagi nyari rumah makan..Endingnya jam 9 kita semua baru bisa tertidur lelap.....
Alhamdulillah hari ini telah terlalui.

Senin, 23 Maret 2009
Hari ini kami ke Kampus UII, deket banget dari kost...tapi masuk ke dalemnya itu loh, jauh rek!!!, pake naik turun lagi...
Malu deh ngeliatnya. UNTAN lewat deh..ga’ bisa di bandingin...UGM aja lewat...., Rapi banget, indah dan wesss keren bgt. Subhanalloh!! ini sih klo di liat dari bentang alam dan bangunannya loh..Klo kualitasnya katanya juga gitu, UII itu universitas swasta no.1 di yogya, no.2 setelah UGM. Kata temen satu kost yang jurusan teknik arsitek, kualitas jurusannya itu urutan ke 3 di Indonesia loh..
Urusan kampus selesai. Temen-temen ngajak ke Malioboro, saya mah ikut aja deh, daripada sendiri di kost..kebetulan juga mau nyari batik buat kegiatan besoknya di Salatiga. Malioboro jauh juga, nak bis 2 kali baru nyampe. 13 ribu lagi ongkosnya (sbg anak kos udah mulai itung-itungan nih...:)). Tapi alhamdulillh batiknya dapat, persiapan domestik untuk kegiatan nasional jarimatika di salatiga, selesai. Malam ini tinggal belajar ekstra : mengasah ketampilan jarinya.

Senin, 23 Maret –Kamis 27 Maret 2009
Perjalanan Yogya- Salatiga. Sendirian dari Kaliurang ke Bandara Adisucipto 1,5 jam (nekat juga yah, di kampung orang). Menemui teman baru sesama jarimatiker @ Bandara. Perjalanan selanjutnya 3 jam ke Salatiga kami tempuh berdua, eh bertiga dink...bersama sopir Jarimatika. Kisah 4 hari selanjutnya ”undercover’ dulu yah...............Yang pasti kegiatannya seru !! di lereng gunung merbabu, ketemuan ma teman-teman se Nusantara. Padat banget jadwalnya. Ga sempet sendirian, Ga sempet deh. Mikirin kangen-kangengan ma Pontianak. J

Jumat, 28 Maret 2008
Kembali ke Yogya. Siang menjelang ashar saya sempat tertidur…, suasana kaliurang yang dingin mampu meninabobokan saya meski saya berusaha menahan mata dengan membaca buku-buku bahasan ringan yang saya bawa, dan berusaha untuk tetap tersadar dengan selalu mengaktifkan “MQFM” di Hp saya. Alam pegunungan memang terlalu nyaman untuk beristirahat. Meski cahaya matahari sangat cerah, tapi semilir anginnya mampu mengusir hawa panas dari kamar mungil yang hanya berukuran 2x 2 m. Sungguh saya tak ingin tidur saat siang hari, hal yang tak pernah saya lakukan sebelumnya ketika di Pontianak, kecuali ketika sakit dan harus beristirahat di rumah. Tapi siang itu, saya benar-benar tertidur, dan baru terbangun saat adzan ashar bersahut-sahutan.

Sore yang cerah, tapi saya hampir selalu merasa kedinginan setiap kali menyentuh air wudhu. Ehm..mungkin saya memerlukan waktu yang lebih lama untuk bisa beradaptasi di lingkungan yang baru. Segera saja saya kenakan mukenah dan menggelar sajadah tebal, agar tak terlalu lama bermain-main dengan udara yang dingin.
Ashar kali ini “basah”…Tepat di rakaat ketiga, tiba-tiba saya terisak dengan tangis yang tertahan....Dan tangis itu benar-benar pecah sesaat setelah salam. Saya tiba-tiba teringat, saat tertidur tadi, saya bermimpi…sedang ada di rumah bersama bunda. Hanya bunda yang ada dalam mimpi itu, kami hanya berdua, bercerita dan berbagi cerita di ruang dapur kami. Seperti nyata saya melihat senyum bunda yang di hiasi guratan-guratan kelelahan di wajahnya..manis sekali...: indah..., senyum yang selalu menyambut kehadiran saya di rumah, senyum yang slalu hadir saat jari2 saya menggoda lembut di perutnya...senyum yang selalu hadir saat saya berusaha menangkapnya dari balik punggungnya dan menggendongnya sejenak atas tubuhnya yang sedemikian ringkih..senyum yang selalu hadir saat saya menggandengnya untuk menari bersama untuk mengundang tawa keponakan saya, senyum yang selalu hadir saat saya memberikan sebagian amplop yang saya miliki dari honor bulanan saya. senyum yang selalu mengabadi di memory saya, senyum yang selalu menguatkan setiap perjalanan saya. Deretan kalimat yang terucap terbata-bata di antara isak tangis sore itu : Alloh...sungguh...hati ini kangeeeeeeeeeeeeeeen bunda.....Rinduuuuuuu....pingin banget mencium punggung tangan bunda, rindduuuuu pingin mencium pipi bunda meski tak lagi elok......................
Alloh tolong jaga bunda yah....bahagiakan hatinya selalu...................Amiiiiiiin.
Sore itu saya benar-benar ingin pulang...ingin kembali berada di tengah-tengah mereka.....sesuatu yang tak mungkin saya lakukan kecuali setelah semuanya terlewati beberapa bulan ke depan.
Lalu kemudian hati saya bergumam pelan : ”Alloh tak akan membiarkanmu sedih dalam kesendirianmu...Dia punya banyak cara untuk membuatmu ’bahagia’ meski tanpa mereka..Bukankah Dia selalu ada di saat yang lain tiada???”
Meski dengan sedikit dipaksa..saya berusaha untuk tersenyum sore itu..meski kangen itu semakin membuncah tanpa henti...



Malam sesudah isya…
Sebuah sms masuk :
”Terlihat dari balik jendela kaca, sebuah bintang bersinar sangat indahnya..berkelap kelip menggoda hatiku..ku berharap itu dirimu...agar aku bisa memandang lebih lama, meski engkau nun jauh di sana.Sahabat di saat jauh seperti ini...sungguh betapa ingin ku arungi dakwah ini bersamamu..karna samudra dakwah ini begitu luas dan medannya yang begitu terjal..aku percaya, suatu saat nanti kita akan bersama-sama lagi..:) ”

Sebuah sms dari sahabat saya..seseorang yang selama 6 tahunan ini selalu menyertai hati saya..menapaki hari-hari bersama...penuh dengan perjuangan...suka dan duka...kami seperti 2 saudara kembar yang terlahir dari rahim yang berbeda. 2 individu dengan karakter yang jauh berbeda, tapi saling cocok, saling mengisi dan saling memahami.
Awalnya kami hanya mampu terpisah satu bulan, selebihnya kami akan merasa kehilangan satu sama lain. Jika saya ada masalah atau sakit dan tanpa sepetahuannya pasti akan ada alarm pada hati dan dirinya, demikian juga sebaliknya. Kami punya mimpi untuk selalu bersama dan sebagian mimpi itu telah terwujud. Tapi masih ada mimpi-mimpi lain yang belum terwujud. Dan kami masih ingin mewujudkannya dalam kebersamaan di esok hari..
Dan saat ini sungguh tak mudah bagi kami untuk terpisah jauh meski tak harus menunggu hitungan tahun untuk bisa kembali bersama. Dulu kami sering tertawa dan menangis bersama..kini kami harus nangis sendiri2...saya di sini dan dia di sana. (tapi tetap sama-sama nagis dunk ya?? He...he..)
Ah...malu rasanya ternyata saya belum sekuat yang mereka bayangkan...

Eh..malam ini saya nelfon mereka...mba, keponakan, bunda dan bapak...
Ah..sungguh sudah 10 hari saya tak mendengar suaranya..karna saya selalu menghindarinya...takut nangis di tengah-tengah obrolan..(dasar melon...melankolis...).
Satu persatu saya dengarkan dengan seksama suara-suara indah mereka (ga’ kalah seksamanya ketika dengerin teks proklamasi kemerdekaan loh...hiii). Saya nyatakan dengan lantang : i’m single i’m very happy....eh salah maksudnya saya nyatakan dengan lantang dan tegas bahwa saya baik-baik saja, sehat, bahagia dan sejahtera tak kurang satu apapun, semuanya aman dan terkendali, dan ga’ ada yang perlu di khawatirin. Duh padahal sebenarnya hatiku remuk redam terbentur rasa kangeeeeeen yang sedemikian gede dan dasyat men!!!

Terakhir giliran bapak yang ngomong. Pas kalimat terakhir : ”Bapak sehat ndo’, sing hati-hati ya di sana ”. Seeeerrrr...gawat nih dinding bendungan air mataku bentar lagi jebol.... buru-buru saya tutup deh obrolannya : ”iya Pak...Bapak yang sehat selalu yah..Doa kan saya di sini..., Assalamualaikum...”. selesai.
Dan...hau..hua...hiks...hiks...hiks...., jebol beneran tanggulnya...nangis lagi deh sesegukan...Bapak...i’m very...very..very mis u....
Saya biarkan tangisan itu membuncah...mengalir deras...bahkan bersuara keras..karna masih ada bantal yang mampu meredam suara tangis saya yang seringkali berirama riuh rendah...

Sabtu, 29 Maret 2009
Hari masih begitu bagi...Jam 07.30 wib..tapi saya telah merampungkan 4 rakaat dhuha di pagi itu. Wajar saja, belum ada aktifitas luar. Nyuci?? Udah selesai dari tadi..mau bersihin kost??kan kena giliran hari minggu. Mau nonton Tv?? Ga’ hobby...mau jalan-jalan? Males ga’ da tujuan yang bearti...mau dengerin radio?? Dari jam 5 pagi tadi udah..kasihan baterai hpnya, mau masak?? Ga da dapurnya....mau mainan ma anak-anak?? Ga’ ada. di sini mahasiswa semua. Ada sih anak ibu kost, tapi sekolah. Mau baca buku? Ntar deh..semaleman tadi dah baca. Mau nulis diary?? Ntar malam aja deh...kan hari ini baru di mulai. Ok buka note books..liat koleksi foto..trus buka video-video rekaman. Dan di notebook yang paling banyak adalah rekaman aktivitas anak-anak SIT AL KARIMA pontianak. Awalnya ketawa-ketiwi ngeliat polah tingkah mereka yang lugu, polos, sederhana, apa adanya dan ga’ dibuat-buat. Asli...orisinil khas karakter mereka masing-masing...tepat ketika video kedua di putar...kambuh lagi ”melon” nya.....hiks..hiks..hiks..dawai hatiku bergetar sangat keras...menggetarkan ruang-ruang sunyi kerinduan..meresonansikan hati yang telah sekian lama tertaut. ” Nak....ibu kangeen banget, kangen bermain bersama kalian, kangen dhuha bersama, kangen dengan celotehan riang yang tanpa henti...,kangen dengan hari-hari ibu yang penuh warna saat kita bersama...”..hiks...hiks...

Senin, 30 Maret 2009
Teman-teman ngajak ke Perpustakaan UII, ke toko buku dan akhirnya kami ngrental buku. Dua buku penulis favorit saya tentu saja menjadi pilihan utama : Helvy Triana Rosa dan Azimah rahayu. Lumayan murah deh, lumayan juga buat ngisi waktu, biar ga’ kefikiran terus dengan kampung halaman tercinta.
Siang menjelang zuhur kami sudah tiba kembali di istana terindah yang kami miliki saat ini : kamar yang mungil nan permai J.
Dapat sms dari salah satu sohib di SIT AL KARIMA : ”anak-anak sudah pulang tuh..MID semester hari ini telah usai”. Ehm...mereka pulang awal..Alhamdulillah ada kesempatan ngobrol dengan mereka.
Buru-buru saya naiki lantai 3, tempat paling nyaman beraktifitas sendiri : Nelfon, nangis dan menulis....he...he...paling-paling Cuma Merapi yang tersenyum-senyum ngeliat aktifitas saya di situ.
Awalnya saya menghubungi rekan saya, lalu saya meminta untuk ngobrol dengan anak-anak, dan ketika rekan saya memanggil mereka, sangat jelas sekali teriakan mereka sambil berlari serempak menuju HP tersebut, lalu dengan kompaknya terdengar nada yang begitu berekspresi : ” Buu Agus!!!!!”
Lalu satu persatu secara bergantian, saya bisa berdialog dengan mereka. Meski tentu saja tidak semua anak.
” Ibu kapan pulang???.ntar klo ibu pulang kita punya kado buat ibu...”
Duh anak-anak ngegemesin deh, slalu bisa biat bahagia, padahal belum juga sempat nanyain kabar mereka.
”Eh...Iya yah?? Klo gitu ntar ibu bawain kado deh buat anak-anak smua...”
” Ibu kangeeeen banget dengan semuanya...”
” Sama dunk.....”


Dan siang itu saya bersyukur sekali kembali bisa mendengar suara-suara riang mereka, celotehan penuh warna dari bibir mungil mereka. Sungguh ingin segera kembali, berada di tengah-tengah mereka.

Maret, 2009
Bumi Alloh yang sedemikian indah
Kaliurang, Yogyakarta.

~ Kidung Rindu ~

Jumat, 27 Maret 2009



Kidung Kerinduan..

Suatu hari Alloh mempertemukan kita….
Mencari warna seindah pelangi...
Membawa kita pada sesuatu yang baru dan hidup kitapun menjadi ceria……..
Mengapa kita dipertemukan dan akhirnya dipisahkan??
Mungkinkah Alloh sedang menguji kesetiaan, kejujuran dan kemanisan iman
dan ukhuwah kita??
Andaikan ini ujian ukhuwah....
Rabb...berikan kami kekuatan...
Terangi ruang kesabaran hati kami..
Istiqomahkan langkah kami tetap di jalanMu...

Kini dengarkanlah...senandung rinduku tanda ingatanku..
Kepadamu dinda...agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu...
Kenangan bersamamu tak kan ku lupa
Walau badai badai datang menghalang ...
Walau bercerai jasad dan nyawa...

Imam Al Ghazali :
“Ukhuwah bukan terletak pada pertemuan, bukan pula pada manisnya ucapan, tapi ukhuwah terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam do’anya…”


Kaliurang, 27 maret 2009
Dengan satu rindu dan satu harap : ”semoga esok kita kan berjumpa lagi..”

~ Senandung Pagi..~


~ Senandung Pagi..~

Pagi hari, setelah semua kewajiban padaNya tertunaikan…buru2 saya aktifkan radio Hp. Dulu hingga kini MQFm selalu menjadi sahabat setia. 1 jam berlalu…kajian pagi MQFM pun berakhir…, mau mandi?? Masih terlalu pagi…udara di sini dingin banget. Mau nyuci??semua pakaian udah di cuci kemarin….Ehm...lalu tanpa ba bi bu lagi..saya segera menuju singasana terindah : lantai 3.

Sejak beberapa hari yang lalu sy punya kebiasaan baru…Setiap jam 6 pagi, selalu saja sy segera menaiki lantai 3 di kost saya. Ini tempat yang paling nyaman buat saya..sebenarnya sih hanya sebuah ruangan terbuka, tempat menjemur pakaian dan barang-barang bekas..Tapi setiap kali berdiri di sini, saya bisa menyapa nya : Gunung merapi. Tiap hari ia semakin Nampak elok…tapi juga gagah perkasa.. Ah…sungguh tiap kali saya menatapnya, semakin takjub pada pesona alam yang di sajikan kaliurang...: Subhanallah…Sungguh hanya Dia yang memiliki kesempurnaan dalam penciptaanNYa…

Pagi ini ia masih di temani awan-awan putih..yang membentuk cincin di sekitar puncaknya, ia juga senantiasa mengepulkan asap putih dari mulutnya yang perkasa…Nuansa asri dan segar juga tak pernah kalah indahnya…………Ehm…sungguh ada kesyukuran yang membuncah dalam hati ini atas anugrah dariNYA…..
Betapa ruginya, bila semuanya terlewat tanpa makna......

” Rabby....ilhamkan padaku rasa syukur atas smua nikmat-nikmat yang tlah Engkau anugrahkan padaku...”
”Rabby...ilhamkan padaku kekokohan hati sebagaimana tlah Engkau jadikan kokohkan hamparan gunung-gunung itu....”



Kaliurang, 28 Maret
Di antara semilirnya hembusan udara pagi
Dan burung yang berkicau riang.....