~ C a R e ~

Selasa, 30 Desember 2008


~ C a R e ~


Namanya “M. Adzan az-zuhri”…, Baguskan???...Sebagus fisik dan karakternya…(semoga senantiasa begitu..). Sepertinya ia lahir ketika adzan zuhur masih berkumandang..Mungkin bayinya pingin ikutan jamaah zuhur kali ya??:)

Adzan adalah salah satu murid kami di TKIT Al-Karima Pontianak. Anak yang cerdas, ramah, energik, suka menolong dan satu sifat positifnya yang paling saya senangi adalah perhatiannya yang begitu tulus terhadap orang-orang di sekitarnya.

Ehmmm…rasanya tak ada yang tak menyenangkan darinya kecuali tentang dirinya yang tak begitu “interest” dengan menulis dan membaca. Adzan lebih suka belajar di luar, bercengkerama dengan alam, bermain air, mencari belalang bahkan mengambil siput dari selokan yang hitam dan bau. Adzan sangat senang menyapa dan beramah tamah dengan orang-orang di sekitarnya bahkan dengan orang yang belum dikenalinya.

Jika anak-anak lainnya cenderung menghindari sesuatu yang kotor..Adzan justru tertarik untuk mendekati dan meyentuhnya. Itu sebabnya, ia pernah membersihkan selokan di depan sekolah kami dengan ekspresi kegembiraannya tanpa sedikitpun “canggung” di wajahnya. Jika suatu saat anda menjumpainya dengan seragam yang masih bersih dan rapi, itu bearti ia belum sampai di sekolah kami .

Adzan adalah calon komunikator yang handal dan punya seribu macam cara agar orang lain tertarik dengan apa yang ia bicarakan. Adzan tau tentang banyak hal, bahkan tentang sesuatu yang tak diketahui oleh anak seusianya.

Adzan yang saya ceritakan kini..sangat jauh berbeda dengan Adzan yang baru pertama hadir di sekolah kami dulu. Kini Ia jauuh lebih baik. Satu bulan pertama kehadirannya di sekolah kami, Adzan benar-benar “kinestetik” sejati. Satu bulan pertama Adzan begitu menikmati “sekolah alam” kami. Adzan jarang sekali masuk ke kelas , bahkan pada jam makan sekalipun……, ia begitu sulit di atur.

Satu bulan berlalu, Adzan berubah menjadi sangat manis, mengikuti jadwal sekolah dengan baik, dan hanya “sekolah alam” pada jam-jam istirahatnya atau di antara perjalanannya menuju mushola kecil di dekat sekolah kami.

Pak Amir guru setia nya di “sekolah alam” kami telah “memodifikasi” kinestetiknya dengan begitu sempurana…Subhanallah..


Dan tentang “perhatiannya” itu…seringkali bisa saya nikmati. Ada saja “celetukan-celetukan” darinya yang membuat saya selalu bahagia memilikinya..: mengambil semut dari atas jilbab saya, memberikan pujian atas “bross” jilbab baru saya, tentang aroma lotion yang ia cium dari punggung tangan saya. Bahkan suatu ketika, saat ia sedang duduk di pangkuan saya, ia mengatakan suatu hal yang sama sekali tak pernah diperhatikan oleh anak-anak seusiannya bahkan orang dewasa sekalipun.

Sambil menatap ia bilang : “Kok Ibu punya kumis???”…
Eehmmm….ternyata ia memperhatikan segala sesuatunya dengan begitu detil..luar biasa deh…sungguh..

Dan suatu ketika ia bercerita tentang aktifitas di rumahnya, tapi saya hanya mendengarkan sembari mengajari membaca anak lainnya…Saya hanya fokus pada bahan bacaan anak, sambil sedikit mengomentari ceritanya : “Ehmmm begitu…..atau ooooo…iya yah?..” ….”just it”.

Anda tau apa yang dilakukannya demi melihat saya yang tak begitu “interest” dengan ceritanya???. Ternyata ia sadar sepenuhnya, tak berhasil mendapatkan pehatian dari saya.

Ketika anak yang belajar baca di hadapan saya beranjak…ia segera duduk di pangkuan saya..Lalu…: “ibuuuuuuu…Ibuuuuuu..coba deh tanya Adzan…,tadi pagi adzan udah gosok gigi atau belum??”

Astagfirullah….saya terhenyak…tersadar seketika bahwa seharusnya saya menanyakan tentang hal-hal kecil itu tanpa harus ia pinta….

Lalu saya segera mengulas senyum untuknya, dengan senyum termanis yang saya miliki….

“Oia…nih…sekarang Ibu tanya yah Nak….”
“Tadi pagi, Adzan gosok gigi ga’ yah??”

Lalu dengan lantang & semangat nya ia menjawab : “Ya iya lah !!!, masa ya iya dong..!!!”

“Nih Bu…coba liat “ (sambil meringiskan giginya..)
“Subhanallah putihnya gigi Adzan…, Adzan hebat…besok lebih rajin yah gosok giginya…”

Sebagai tanda maaf padanya, pagi itu saya menghadiahkan dua kecupan di pipi kanan dan pipi kirinya…”Trimakasih yah Nak…., hari ini Adzan adalah guru bagi Ibu….”



NB : Untuk Adzan Ibu…, semoga suatu saat nanti Adzan bias baca tulisan ini yah Nak….

~ Untuk Bunda ~

Selasa, 23 Desember 2008


Ibu doakanlah
Ku akan melangkah, menyusuri waktu..
Menjemput cintaku…
Ibu lepaskanlah…ku ke laut biru..
Akan ku arungi…akan ku sebrangi..

Ibu do’a kanlah
Ku sadar melangkah…
Menjalani hari menjemput harapku..
Menjalani hari menjemput cintaku…

Ibu lepaskanlah ku dengan maafmu…
Tentramkan hatiku, Menempuh hidupku..

Doamu ohh ibu selalu ku nanti…
Tulus dan suci dari relung hati

Doamu oh ibu selalu ku nanti…
Mohonkanlah Allahu Rabby besertaku slalu….



"Selamat Hari Ibu , Bunda......."
"Maaf...akhirnya nanda harus meninggalkanmu jua...., semoga tak kan lama...
Dengan sepenuh cinta....Nanda benar-benar kan mengarungi samudra biru...., Cinta Bunda kan slalu bersemayam dalam jiwa...menyertai setiap desah nafas, setiap detak jantung dan setiap tapak langkah ini....jangan menangis yah Bun....,Yakinlah nanda kan kembali menemani hari-hari senjamu...bercanda kembali..mencium punggung tanganmu...mengecup kedua pipimu...mendekapmu mesra...bersama..hingga ujung waktu...
tunggu nanda yah Bun...,"

~Rembulan di langit hatiku…~

Senin, 22 Desember 2008


~Rembulan di langit hatiku…~

Rembulan di langit hatiku….
Menyalalah engkau selalu….
Temani kemana mesti kupergi…
Mencari tempat qta tuju..

Kan ku jaga nyalamu selalu ..
Pelita perjalananku…
Kan ku jaga nyalamu selalu..
Rembulan di langit hatiku..

Rembulan di langit hatiku
Teguhlah engkau pandu aku
Ingatkanlah ku bila tersalah
Menempuh tempat qta tuju..

Doa kanlahku di shalat malammu
Pelita perjalan hatiku…
Doakanlah ku di shalat malammu…
Rembulan di langit hatiku….


(By ; Seismic)...

Ehmm....seismic mewakili rasa hatiku kini...
Aku harus segera beranjak...meninggalkan banyak hal yang tak kan pernah terlupakan....
Meski berat...tapi aku harus segera melangkah...
Perpisahan yang selalu saja ku hindari kini tak dapat di tepis lagi...
Orang-orang yang terkasih...semoga mereka akan menguatkan hati ini..
Meski tidak untuk kebersamaan...semoga hati senantiasa terpaut & bersatu dalam ikatanNYa yang kekal....
Dan esok aku ingin segera kembali...meniti kebersamaan dan keindahan "rasa" dalam "asa"...............

~ Yang Tak Pernah Kan Terlupakan…~

Minggu, 21 Desember 2008

~ Yang Tak Pernah Kan Terlupakan…~

“Kita bisa pintar menulis dan membaca karena siapa?
Kita jadi tau beranekaragam ilmu karena siapa?
Kita jadi pintar dibimbing Bu guru…
Kita jadi pandai dibimbing Pak guru…
Guru lah pelita penerang dalam gulita….
Jasamu tiada tara…………”


6 baris kalimat di atas bukan puisi loh! Bukan juga syair, 2 kalimat soal berikut jawabannya di bawahnya juga bukan soal ujian soal nasional loh! (Jaka Sembung bawa pisau…Ga’ nyambung la yau!!!…he..he..)

Nah, klo ada yang bilang 6 baris kalimat di atas adaalah lagu…itu baru bener banget…!!
Ga’ percaya??? Ga’ pernah tau? Ehmmm….itu lagu favorit saya loh!...Waktu saya masih imut-imut dan ingusan (Heeee…), tepatnya ketika usia saya 4,5 tahun…
Waktu itu setiap pagi, TV kebanggaan masyarakat tempo doloe…(Gimana ga’ dibanggain, soalnya cuma satu-satunya channel yang bisa dinikmati…), alias TVRI selalu menanyangkan video klip lagu ituch…saya menikmatinya selama hampir 2 tahun setiap pagi….

Di video klip itu, 2 orang anak SD laki-laki dan perempuan yang berpamitan dan cium tangan pada kedua orangtuanya lalu mereka berjalan kaki dengan penuh semangat dan keceriaan berangkat menuju sekolahnya.., Sesampainya di sekolah sudah ada Bapak dan Ibu gurunya sudah menyambutnya. Lalu saat setelah bel masuk semua anak belajar dengan ekspresi kegembiraan. Dan sang guru mengajar dengan binar wajah penuh keihlasan dan ketulusannya. Ada jalinan kasih sayang dan hubungan yang begitu dekat antara anak dan gurunya..Saat bel pulang berbunyi mereka pulang tetap dengan wajah penuh keceriaan….Ehmm….sebuah tayangan yang sangat menyenangkan bagi saya ketika itu…
Di akhir video klip tersebut muncul gambar TUT WURI HANDAYANI dan tulisan : persembahan DEPDIKBUD, Departermen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (yang ini bapak yang bacain, kan ceritanya belum bisa baca…)

Sungguh video klip itu memberikan pengaruh positif bagi dairi saya yang masih saya rasakan hingga kini…

Yang pertama, saya jadi ingin segera sekolah meskipun saat itu usia saya belum genap 5 tahun. Tapi, demi melihat anak-anak sekolah yang penuh keceriaan di video klip tersebut…saya begitu ingin segera merasakannya...,alhasil selama satu bulan, hampir setiap pagi saya selalu menangis ketika semua mba’ dan mas berangkat ke sekolah, ingin mengikutinya tapi tak sama sekali diidzinkan…
Hingga akhirnya usaha saya berhasil, menjelang usia 5 tahun, saya resmi sekolah..Ehmmm…bahagia banget kala itu…”sekolah jadi senikmat coklat..”

Yang kedua saya jadi begitu sayang dan takzim dengan semua guru-guru saya dan begitu membanggakan profesinya….., alhasil di akhir kelas 2 SD saya telah mengukur sebuah cita-cita dalam benak saya : “guru”. Hingga saat ini, cita-cita itu masih tak sama sekali berubah .

Ketiga , sejak kelas 1 SD saya jadi pinter nyanyi (meski suaranya ga’ karuan).
Sejak saat itu , saya paling senang jika harus maju dan menyanyi di depan kelas, sambil berdiri menunduk sambil memainkan tumit-tumit kaki…lagu favorit itu pun terdendangkan dengan sempurna……..

Sayangnya saat ini, sulit sekali menemukan video-video klip yang berkualitas di TV qta, bahkan hanya dekedar untuk Nmenemukan chanel yang khusus menampilkn acara lagu-lagu anak sudah sangat sulit,,,Wajar saja jika anak-anak kecil sekarang justru hafal lagu-lagu orang dewasa. (Please donk ahh..)…hiks…hiks…ini baru salah satu kisah sedih di Indonesia…

Nah buat anda yang punya rekanan dengan TV lokal maupun nasional tolong dunk…hadirkan video klip lagu-lagu yang berkualitas bagi anak-anak kita…Bagaimana?? Anda setuju tawaran saya??.

~ Lelaki Yang Slalu Terindu...~



~ Lelaki Yang Slalu Terindu...~

Saya merindukannya….
Lelaki yang selalu membuat saya kuat di saat diri begitu lemah…
Lelaki yang selalu membuat saya mengerti makna “perjuangan “ dalam hidup ini…
Lelaki yang semakin membesarkan rasa “sayang” saya terhadap Bapak…

Ahh…Sungguh..saya benar-benar telah merindukannya…
Lelaki yang begitu saya kagumi ketegarannya dan kerja kerasnya….
Wajahnya yang sedemikian sayu dan penuh ketulusan tak sama sekali dapat terlupakan….
Rindu ini telah sedemikian besar…..
Telah sebulan sosok itu menghilang dari kehidupan saya…., setelah dulu hampir setiap hari saya bias menjumpainya..
Menatapnya dari kejauhan…,di waktu dhuha ataupun kala hari menjelang senja…

Lelaki itu telah memberikan banyak inspirasi juga motivasi dalam hidup ini…meski saya tak sma sekali mengenalnya, bahkan tak sana sekali pernah menyapanya..

Kini..saya benar-benar ingin menjumpainya lagi…
Masih teringat episode malam yang romantis bersamanya…
Ketika itu saya pulang stelah magrib di masjid kampus…menunggu hujan yang tak kunjung reda…tapi akhirnya saya harus pulang meski tanpa mantel…bertemankan hujandan gelapnya malam..
Memasuki jalan raya baru, jalanan terasa sepi…hampir tak ada kendaraan yang melintas…jika ada tak lebih dari jumlah jari-jari tangan…, lampu jalanan tak sama sekali hidup, karena kerusakan teknis pada kabel-kabel paralelnya, gerimis semakin lebat, melewati hutan-hutan kecil sendiri tanpa teman….di antara malam yang semakin dingin. Tiba-tiba lampu motor mati, hanya tersisa lampu “sen” yang hidup kelap-kelip memberikan sedikit penerangan di antara malam yang tak bersahabat..

Suasana hati semakin mencekam…takut…bukan takut karna syetan yang sesungguhnya, tapi takut dengan syetan –syetan yang berwujud manusia..:).Saat-saat begitu “melon” saya kambuh…Air menggenang di pelupuk mata…lalu jatuh sebagaiman tetes-tetes air yang jatuh dari langit malam itu….: lelah, kalut dan takut bercampur jadi satu…hasilnya tangis tanpa suara itu pecah..

Di antara tangis dan di antara hujan…saya melihat sosoknya…Tubuhnya tak kalah “basah” dengan saya. Ia tetap tegar berjalan sambil mendorong gerobaknya yang berisi belasan dirigen-dirigen minyak. Terlihat langkah-langkah kakinya yang mengisyaratkan keletihan yang amat sangat….tubuh laki-laki tua itu terlihat menggigil kedinginan..Tapi ia tetap berusaha kuat berjalan menempuh berkilo-kilo perjalanan menuju rumahnya sendiri tanpa”cahaya” yang ia bawa.

Sungguh demi melihatnya tangis ini langsung terhenti…Malu….malu denganNYa…karena sungguh yang saya alami malam itu masih lebih baik dari lelaki tua itu…Ada kesyukuran yang membuncah dari relung jiwa, …Melalui lelaki tua itu, Alloh “menegur” saya. Agar tak mudah mengeluh dalam kondisi apapun…Karena sesungguhnya setiap peristiwa pastilah berarti dan bermakna…..

Seringkali Alloh menegur saya melaluinya….itu sebabnya saat tak lagi bias menemukan sosok itu kembali…ada nyanyian rindu yang bergema dalam hati…..
Entah kemana perginya ….Tak ada tempat untu bertanya….
Hanya kidung kerinduan yang terdendangkan setiap saat padanya : Lelaki tua yang tangguh…..

~ Sketsa Terindah ~

Rabu, 12 November 2008


~ Sketsa Terindah ~


“Dia sudah berubah …..3 tahun sangat cepat baginya untuk berubah. Dia suka nonton band, jilbabnya jadi gaul. Aku ga’ tau kenapa dia berubah, yang ku baca dari FS nya, dia sekarang deket dengan aanak band. Aku jadi ga’ respect. Mungkin dia sekarang lagi mencari siapa dia yang sesungguhnya.

Aku heran … apa yang telah mengubahnya?? Dulu dia yang buat aku lebih tau dan pingin belajar agama. Tapi sekarang kok gitu yah?? Apakah idealisme bisa ditoleransi??
Aku ga’ tau sebenranya, untuk apa kita belajar, klo nantinya hanya untuk menuntut ilmu pengetahuan???Mungkin jiwanya masih bergejolak, masih banyak yang harus dia capai. Aku berdoa smoga dia tetap pada idealismenys yang dulu secara tertatih dan merangkak aku berusaha menirunya….


Dulu aku masih belepotan ngajinya, tanpa dia nyuruh ketika aku ingin pendekatan….aku mati-matian belajar ngaji. Dulu aku ga’ suka baca buku agama, tanpa dia perintah ketika aku pendekatan , aku borong banyak buku agama dan aku telan mentah-mentah. Aku jadi puasa sunah, dan tahajud……..Aku ga’ tau, kenapa ia terlihat begitu jauh dengan dirinya yang dulu?? Apakah hanya penilaianku saja??”


Secara bertubi, sahabatku mengirimkan uneg-unegnya dalam bentuk SMS. Tapi bukan pesan singkat lagi namanya...mengingat isinya yang sedemikian panjang...:).
Kami memang seringkali berbagi dalam beberapa hal. Entah hanya untuk sekedar mengurangi beban...atau mengharapkan adanya solusi-solusi terbaik atas problema yang sedang kami angkat.

Dan dari sekian banyak sms nya tersebut, hanya ada satu message balasan yang saya kirimkan...

” Wallohu ’alam.....mungkin Alloh ingin mengujimu....
Ingin meluruskan setiap jengkal perubahanmu...
Yakin Alloh tak ingin membiarkanmu ”hijrah” hanya karna ”mahluk”.
Sungguh....saya takjub akan ”goresan” Alloh terhadapmu....
Indah...sungguh saya dapat merasakan sentuhanNYa atas mu....”



Sungguh saat itu saya sangat merasakan rengkuhan Alloh terhadapnya, betapa Alloh ingin ia sadar akan ’niat’ hijrahnya yang tak sempurna. Bahwa Alloh ingin ia benar-benar ”hijrah” secara tulus dan bukan hanya karna wanita sholehah yang sedari dulu ia tahtakan di singgasana hatinya. Dan ketika kini ”bidadari hati’ nya telah berubah jauh di luar dugaannya, ia tetap exist dengan pola kebaikan yang sudah ia ciptakan sejak lama meski ia awali dengan ”niat” yang tak seharusnya. Iya dulu...”hijrah”nya memang karna ”wanita”...tapi kini Alloh telah mendekapnya dengan begitu erat, memoles ”niat” nya, agar setiap kebaikan yang ia semai kini tak sekedar ’debu’ yang tak bernilai sedikitpun. Sungguh saya telah menyaksikan ”sketsa” Alloh yang sedemikian indah & sempurna.

Dan....1 sms lagi ku terima darinya :

Sungguh...sekarang aku merasa Alloh sayang banget denganku...
Alloh menguatkan....Alloh menjawab do’a-do’aku dengan caraNYa..
Dia tau yang terbaik untuk mahlukNya...”


Yups...benar sahabat........Bahwa setiap waktu, setiap saat, bahkan setiap detik, Alloh selalu menjaga kita dan melingkupi kita dengan sayangNya yang lebih besar dari siapapun juga. Alloh selalu menguatkan kita disaat kita begitu lemah, dan saat tak ada seorangpun yang mampu menuatkan hati kita. Alloh akan selalu menjawab do’a-do’a kita dengan memberikan setiap kebutuhan kita meski tak selalu yang kita inginkan. Dan Alloh tak akan pernah salah menetapkan segala sesuatunya atas kita, meski terkadang harus membuat kita tersedu sedan dalam tangis. Karna segala yang Ia tetapkan pastilah yang terbaik buat kita.

~ Yang Sempurna Dalam Ketidaksempurnaan ~

~Yang Sempurna Dalam Ketidaksempurnaan~


Malam menjelang tidur, kembali sebuah sms dari seorang sahabat membuatku merenung....”

”Kita hidup bukanlah mencari seseorang yang sempurna untuk kita cintai, namun kita belajar untuk mencintai orang yang tidak sempurna dengan sempurna.”
(Tari ~ Samarinda)

Kalimat yang begitu sederhana...tapi tidak sesederhana maknanya....
Ku eja..setiap kata-katanya dengan perlahan lalu ku coba untuk memahami maknanya.....
Dan....ada tetes-tetes yang tak terbendung dari tiap sudut mataku.........
Entah...oleh sebab apa aku harus menangis seketika itu.....
Yang pasti aku merasakan tamparan keras pada hatiku....

Hingga kini aku tetap menyakini bahwa segala sesuatu terjadi pasti dengan idzinNya...dan BUKAN tanpa maksud....

Kali ini Allah mengajariku satu hal melalui seorang teman...lewat sms nya tadi...
Bukan tanpa sebab Alloh menggerakkan jari ’ukhti”ku itu untuk mengirimkan sms tersebut,. Ia mengirim tanpa ada obrolan apapun tentang tema itu sblmnya...tidak satu jam yg lalu, tidak satu hari yang lalu, tidak satu minggu yang lalu, tidak pula satu tahun yang lalu.

Ketika di tanya mengapa ia mengirimkannya untuk saya...hanya satu kalimat sederhana yang diungkapkan olehnya : ”Ketika saya membacanya dari sebuah web muslim, saya langsung teringat ukhti..saya kutip dan saya simpan dalam draf sms...dan malam ini saya sms kan...hanya ke satu no. Tujuan...”

”Just it. ”

Percayakan anda?
Malam itu sebelum menerima sms dari nya, saya sedang asyik dan serius membuat konsepan rumah tangga yang ideal untuk saya di masa depan. Paling tidak untuk 3 tahun pertama di kehidupan kami ke depan. Saya mencoba membuat planing-planing ke depan.
Bagaimana saya, suami saya, keluarga besar kami, konsepan pendidikan anak-anak, aktifitas saya berikutnya dan bla...bla...bla...
Ya...saya sedang belajar bermimpi...dan lalu berikhtiar semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Saya merencanakannya sendiri...tanpa calon suami saya...mengapa???
Karna sampai kini ”dia” masih abstrak dan masih menjadi misteri bagi saya...:)
Mungkin bagi anda, saya melakukan hal yang sia-sia?? Atau mungkin lucu? Atau hanya membuang waktu saja ??.

Tapi bagi saya : tidak !!
Kehidupan sangat penting untuk direncanakan…jauh hari sebelumnya…..
Karna perencanaan adalah bagian dari kesuksesan…bukankah begitu ???
Dan malam itu Alloh langsung menegur saya lewat sebuah sms….
Anda tau kenapa ???

Karna saya mengharapkan kesempurnaan atas segala sesuatunya. Termasuk atas seseorang yang akan saya cintai di kemudian hari. Saat itu saya membuang jauh ”ketidaksempurnaan’. Meski saya sadar sepenuhnya : memang kita tidak akan menemukan mahlukNYA yang sempurna.

Malam itu juga, Alloh mengingatkan saya pada ketiga laki2 sholeh yang luar biasa. Mereka TIDAK SEMPURNA secara fisik, tapi akhlak, kesholehan dan perjuangan hidupnya membuat setiap orang berdecak kagum atasnya. Mereka adalah orang-orang yang dekat dengan saya. Teman sekaligus abang bagi saya. Saudara seiman yang sangat layak untuk ditauladani bagi saya dan juga siapapun juga.

Bukankah mereka layak untuk mendapatkan istri yang sempurna?. Jika kemudian satu dari sekian juta lelaki sholeh datang dan berniat untuk menggenapkan separuh agamanya. Tentu sangat tidak adil jika saya menolaknya hanya karna fisiknya yang TAK sempurna.Tapi menerimanya juga bukan perkara yang mudah. Butuh keberanian, butuh kesabaran, butuh kekuatan hati dan jiwa. Dan hanya wanita-wanita ”hebat ” yang sanggup dan Alloh pilih khusus untuknya.

Dan Alloh menegur saya untuk mulai belajar memahami, untuk bisa menyiapkan hati manakala kondisi itu dihadapkan pada saya. Saya juga harus berani membuat planning planing-planing alternatif sesuai kondisional dan capabilitas mereka.

Saya yakin setiap kita memahami bahwa Alloh menilai setiap kita bukan karna penampilan luarnya, tapi Alloh menilai pada hati kita. Sekali lagi tidak seharusnya fisik menjadi takaran bagi kita. Tapi setiap kita masih harus belajar ikhlas untuk menerima ketidaksempurnaan. Belajar ....iya...belajar.

Teringat salah seorang jamaah pengajian aa Gym. Jika tidak salah namanya ”Gun”. Beliau adalah seorang yang cacat fisik. Bahkan ia mengalami kesulitan berkomunikasi. Untuk pergi ke Darul tauhid beliau harus beberapa kali naik turun angkot dan tetap butuh gendongan orang lain. Tapi itu smua tak menyurutkan motivasi nya untuk berburu majlis ilmu. Ikhlas menjalani hidup begitulah sosoknya. Kini Gun telah mendapatkan bidadari dunianya. Seorang akhwat sholeha dan sempurna kini slalu mendampinginya dalam suka dan duka bersama mengarungi samudra kehidupan. Itulah anugrah yang Alloh berikan untuknya.

Satu lagi. Pasti kita semua mengenalnya : Ucok Ali Baba. Seorang entertaint yang juga cacat secara fisik. Tapi memiliki istri yang sempurna.

Istri Gun dan juga istri Ucok adalah wanita-wanita luar biasa yang mampu menyintai laki-laki yang tidak sempurna dengan cara yang sngat sempurna.

Belajar menerima dan memahami...mungkin hanya itu kata-kata yang terbaik untuk saya dan juga anda saat ini. Belajar mencintai segala sesuatu yang tak sempurna dengan sempurna.


November, 2008
Penghujung malam
Ketika hati masih sulit menerima ketidaksempurnaan jiwa

~ Ritme kehidupan ~

Selasa, 04 November 2008


~ Ritme Kehidupan ~

Aku berjalan menapaki waktu yang tersisa....
Mengikuti lika-liku kehidupan, tanpa tau di titik mana pemberhentian akhirku...
Aku hanya terus berjalan mengikuti putaran waktu...
Mengikuti ritme dari dawai kehidupan yang slalu terdendangkan...
Meski kadang harus dengan langkah yang terseok...
Meski kadang harus tertatih penuh letih...

Dan dalam jeda nafas seringkali beribu rasa menggelayuti hati...
Berat semakin berat ketika membebani diri dengan setumpuk masalah...
Lemah dan semakin lemah ketika harus tetap kokoh berdiri saat terhantam problema...
Rapuh semakin rapuh jiwa ini manakala seringkali tersirami kemaksiatan hati..
Hingga energi hati itu hampir tak tersisa.......

Saat begitu...sungguh aku hanya berharap pada Dzat Mu yang maha rahman...
Hanya kekuatan dari sisiMu yang ku harapkan...
Hanya pertolonganMu yang membuatku tetap tegar berdiri hingga kini....

Dan lalu ......
Aku tetap Mencari puncak Cinta-Mu..
Meski tak mudah untuk mendakinya...
Tapi tetap jua ku jalani....
Karna Menapaki hari tanpa cinta-Mu…
Bagai ikan yang hidup tanpa air.....
Perih…sakit…dan pasti tak kan lama bertahan……

Tapi sungguh seringkali ketika aku terus mencoba berlayar di samudra kehidupan ini.. yang ku dapati hanya lah luasnya cinta & karuniaMu yang tak bertepi...


” Ya Alloh ....tolonglah aku untuk tetap dapat mengingatMu.....untuk tetap dapat lalu mensyukuri segala nikmatMu dan agar slalu dapat beribadah secara baik kepadaMu...”


Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
sia-sia ....
Alloh tau betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih.....
Alloh sudah menghitung air matamu.......
Jika kau fikir hidup sedang menunggu dan waktu serasa berlalu begitu saja....
Alloh sedang menunggu bersamaMu.......

~ANUGRAH ~

Selasa, 28 Oktober 2008


“Nak, coba lihat jam dinding kita….,Ehm..jarum pendeknya menunjuk ke angka sembilan yah...?Ehm...waktunya kita sholat dhuha nih”

”Horeee!!!...ke mushola!!!”

”Nak jika kita sholat dhuha Alloh akan membangunkan istana di syurga buat kita...., siapa yang mau dapat istana di syurga???”

”sayaaaaaa!!!!”. Semua anak mengacung jari tanpa terkecuali...

Anak-anak begitu semangat,...jam9 pagi itu tandanya mereka bisa keluar kelas, berjalan-jalan menuju mushola komplek yang jaraknya hanya 150 m dari sekolah, sesuatu yang menyenangkan bagi mereka.

”Eits....sebelum keluar kelas....baca do’a apa dulu Nak??”

”Bepergiaan!!!”

”Do’a berpergian”

”Bismillahi tawakaltu ’alallah lahaula wala quwwata illabillahi...”

”Ingat nanti sebelum masuk mushola...baca doa apa??”

“Do’a masuk masjid!!!”

“Yang masuk kaki kanan atau kaki kiri dulu??”

”kanaaaaan”

”Trus keluarnya???”

”kiri duluuuu”

”Ehm....anak-anak ibu hebat!!! Sholeh-sholeha semua”

”Yuk...sekarang kita berangkat...siapkan sandalnya masing-masing yah.., Istait!!!”

”Siap Allohu Akbarr!!!!!!”

Dan sejenak kemudian pasukan kecil itu sudah tiba di mushola...

Tepuk wudhu..!!!

Baca basmallah sambil cuci tangan…

Kumur-kumur basuh hidung cuci muka…

Tangan sampai siku, kepala dan telinga..

Tak lupa cuci kaki lalu do’a…

Asyahadu Alla Illa....dst...

”Ibuuu!!! Baju kakak basah....”

Yang ini namanya syifa, anak paling imoet, dan manjaa bgt. Ia slalu menyebutkan dirinya : kakak, karna adik bayinya baru saja lahir beberapa bulan yang lalu. Hari ini ia memakai baju kodok (baju model sambung celana dan rompi atas, klo make dalam nya harus pake t-shirth ,yang ada satu koceknya pas di bagian dada, tau kan??), bagaimana bajunya ga’basah..karna pas dia wudhu, kocek depannya diisi air, maklum lah belum bisa bedaain bahan2 mana aja yang anti air...:)

”Nak, kocek depannya ga sama dengan kantong plastik, ga sama juga dengan gayung, jadi ga bisa nampung air...makanya baju kakak jadi basah begitu...”

Trus dengan lugunya dan sambil meringis ia katakan :” ooooo...ga’ boleh diisi air yah??, jadi basah deh”

”Iya sayaaaaang”.

Ehm....aku tetap berusaha menahan tawa dihadapannya, meski hati tertawa penuh arti...Ia tak sama sekali mengeluh dengan bajunya yang tentu saja kini menjadikan suhu tubuhnya lebih dingin..

Dan tentu saja , harus segera membawanya kembali ke sekolah, mengganti dengan baju ganti yang selalu dibawa di tasnya.

Dan ketika smuanya telah berwudhu, pasukan kecilku menunaikan dhuhanya...

Ada yang serius, ada yang sembari bercanda dengan teman di kanan-kirinya, ada yang sembari duduk tapi paling lengking bacaan sholatnya....ada yang sambil jahilin temannya tapi bacaannya paling pas...ada si kinestetik yang tak sama sekali bisa berdiam diri...bergerak dan terus bergerak....,

Namanya juga anak TK...kita tak sama sekali boleh memaksa...hanya memberikan pengertian atas sgala sesuatu yang seharusnya tak dilakukannya atau yang seharusnya ia lakukan..Just it..selebihnya mengarahkan dan membimbing mereka.

Setelah dhuha adalah saat2 yang paling membahagiakan bagi anak-anak.....: makan bersama, tentu saja dengan bekalannya masing-masing.

Dan do’a yang paling banyak mereka hafal adalah doa sebelum makan. Coz what??? Karna jika mereka belum baca doa itu, belum boleh makan!!! J

Saat-saat begini, sangat efektif untuk menanamkan sikap dermawannya.

”Nak, siapa yang ingin dapat pahala banyak??? Yang ingin masuk syurga ?

Yang ingin masuk syurga, boleh bagi-bagi bekalnya dengan temannya yah....

”Ntar, di syurga kita bisa dapat kue buanyaaaak, buah-buahan buanyak ...truss mau apa aja ada...., mau kan Nak??”

”Bu...di syurga ada es krim ga’?”

“Insya Alloh ada“

“ada pizza ga’??“

“Smuanya ada nak...insya Alloh..”

“Tapi ga’ semua orang boleh masuk syurga loh.. ada syarat Nak...”

“Apa Bu, syaratnya..?”

“Apa coba??”

“Cuma satu syaratnya, anak-anak ibu harus sholeh dan sholeha..., gampang kan Nak?”

“Ooooooooo”

Mereka sudah mulai mengerti bagaimana untuk menjadi sholeh...krna setiap hari ada tepuk anak sholeh..mereka bahkan sudah hafal mati karna terlalu sering terdengar.

Hanya saja tentu tak sekedar hafal...guru dan orang tua harus membantu mengarahkan agar bisa mereka tak sekedar hafal...tapi sekaligus mengamalkannya, bukan saja hanya di sekolah tapi juga di rumah dan lingkunganya.

Ehm...itulah dunia anak yang ku temukan di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-KARIMA.

Dunia yang menjadikan ku semakin jatuh cinta pada profesiku,

Setiap detik, setiap waktu ada banyak inspirasi kehidupan dari mereka.

Setiap moment mereka selalu mengajarkan banyak hal...

Setiap keceriaannya mampu memompa setiap inchi hamasah dalam jiwa...

Sungguh ....kebersamaan dengan mereka merupakan salah

satu anugrah terindah dariNYA....

I love it...very..very...very love it....

Ketika Mas gagah pergi


Ketika mas Gagah pergi

Ahad, 3 Agustus 2008Akhirnya mas yudi mengakhiri masa lajangnya di usianya yang ke 25.
Mas ku yang ‘lawar” dan manis itu () sukses mempersunting wanita pilihannya, yang tak lain adalah adik tingkat saya waktu SD dulu…(yah..naik tingkat deh..)
Seorang bidan (melahirkan gratis dunk..: memang ada bidan melahirkan sendiri..:)?)

Barokallah deh mas.....moga langgeng....plus jadi suami-istri dunia akhirat......
Meski bahagia berkumandang di seluruh penjuru jiwaku...
Tapi ada sedih juga yang menerjang...coz what?? Rumah kita jadi sepi deh...(kamar sebelah jadi kosong ...). Klo malem, Ga’ da body guard yang siap nganter& jemput lagi. Trus ga’ da acara sharing-sharing lagi dunk di kamar kita.
Hiks...hiks..hiks...
Selamat jalan Mas Gagah tercinta....
Eh...maksudnya....”Selamat menempuh hidup baru Mas Yudi tercinta...”

~ Cinta Lagi ~

Sabtu, 25 Oktober 2008

.~ .Cinta seorang wanita ~

Kulitnya hitam.Wajahnya jelek. Usianya tua.Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu,hampir saja ia percaya kalau ia berada di rmh hantu. Lelaki kaya& tampan itu sejenak ragu lagi. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada niat nya. Ia sudahmemutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya. Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yg sudah lama kutabung, pakailah ini untk mencari wanita idamanmu,aku hanya perlu status bahwa aku pernah menikah & menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang heran.Keluarga itu tetap harmoni sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka kemudian dikaruniai anak-anak dgn kecantikan dan ketampanan yg luar biasa.Bertahun- tahun kemudian orang-orang
menanyakan rahasia ini kepadanya. Lelaki itu menjawab, "Aku memutuskan untk mencintainya. Aku berusaha melakukan yg terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yg bisa ia lakukan untukku.Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam& wajah buruknya dalam kesadaranku. Yg kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi laku. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata…terurai dalam laku…
Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yg lemah dan tak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yg disertai kepalsuan dan tidak nyata… Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya
integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pencinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dihasilkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yg terus menerus melahirkan kebaikan dari cinta tanpa henti. Cinta yg tak terurai jadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

Tidak mudah memang menemukan cinta yg ini.
Tapi harus begitulah cinta,
seperti kata Imam Syafii,
"Kalau sudah pasti ada cinta di sisimu Semua kan jadi mudah,
Dan semua yang ada di atas tanah, Hanyalah tanah jua."


***

(Dari seorang teman..)

~ About Its...~



~ About it's ~

Cinta itu..
Makin kau kejar, makin ia menghindar,
tapi bila kau biarkan ia terbang,
ia akan menghampirimu disaat kau tak menduganya.
Cinta bisa membahagiakanmu,
tapi sering pula ia menyakiti.
Tapi cinta itu hanya istimewa, apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerimanya.......
So..tenang tenang saja jangan terburu-buru hingga kau bisa memilih yang terbaik.
Bagi Anda yang RAGU - RAGU DENGAN PERNIKAHAN
Cinta bukanlah perkara menjadi "ORANG SEMPURNA"nya seseorang.
Justru perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu menjadikan dirimu sempurna.
Bagi Anda yang TIPE PLAYBOY ato PLAYGIRL
Jangan katakan "AKU CINTA PADAMU" bila kau tidak benar-benar peduli padanya.
Jangan bicarakan soal perasaan -perasaan itu, bila tidak benar - benar adanya.
Jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau berniat mematahkan hatinya.
Jangan menatap ke dalam matanya bila apa yang kau katakan cuma DUSTA.
Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta, padahal kau sama sekali tidak berniat untuk menerimanya saat ia terjatuh......
Bagi Anda yang SUDAH MENIKAH
Kalau Cinta jangan katakan, "INI SALAHMU!"....
Tapi, "Maafkan aku ya??
Bukan "KAU DIMANA?!" ...
Melainkan "AKU DISINI,KENAPA?"
Bukan "KOK BISA SIH KAMU BEGITU ?" ...
Tapi, "AKU MENGERTI "
Dan bukan "COBA, SEANDAINYA KAMU...."
Akan tetapi, "TERIMA KASIH YA, KAMU BEGITU...."
Bagi Anda yang PATAH HATI
Sakit karena patah hati akan bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya.
Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi, melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan hikmahnya
Bagi Anda yang BELUM PERNAH JATUH CINTA
Bagaimana kalau jatuh cinta:
Mau jatuh, jatuhlah tapi jangan sampai terjerumus, tetaplah konsisten tapi jangan terlalu "NGOTOT" ...
Berbagilah dan jangan sekali - kali tidak fair.
Berpengertianlah dan cobalah untuk tidak menuntut,siap - siaplah untuk terluka dan menderita, tapi jangan kau simpan semua rasa sakitmu itu.
Bagi Anda yang INGIN MENGUASAI
Hatimu patah melihat yang kau cintai berbahagia dengan orang lain, tapi seharusnya akan lebih sakit mengetahui bahwa yang kau cintai ternyata tidak bahagia bersamamu..
Bagi Anda yang TAKUT MENGAKUI
Cinta menyakitkan bila kamu putuskan hubungan dengan seseorang.
Malah lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu.
Tapi, cinta paling menyakitkan bila orang yang kamu cintai sama sekali tidak mengetahui perasaanmu terhadapnya?
Bagi Anda yang MASIH BERTAHAN MENCINTAI SESEORANG YANG SUDAH PERGI
Hal menyedihkan dalam hidup ialah bila kamu bertemu seseorang lalu jatuh cinta, hanya kemudian pada akhirnya kamu menyadari bahwa dia bukanlah jodohmu.
Dan kau telah menyia2 kan bertahun-tahun untuk seseorang yang tidak layak. Kalau sekarang pun ia sudah tak layak, maka 10 tahun dari sekarang pun ia juga tak akan layak.maka biarkan ia pergi dan lupakan.
Dari: SUSILOWANI / ODE BOOOO

~ Ketika Kasih Menyapa Kita ~

Selasa, 16 September 2008

~ Ketika Kasih Menyapa Kita ~

Apakah kita berharga bagi oranglain??? Tentu saja : iya, karna setiap kita dianugrahi keunggulan karakter olehNya, meski juga terdapat kekurangan pada setiap diri kita. Adakalanya kita merasa tidak terlalu bearti bagi seseorang. Tapi seseorang itu merasa bahwa kehadiran kita sangat bearti dalam hidupnya. Atau bisa jadi sebaliknya, kita merasa telah begitu bearti bagi seseorang, tapi seseorang itu merasa biasa-biasa saja dengan kehadiran kita. Atau yang paling baik adalah manakala kita dan seseorang tersebut merasa sama-sama saling bearti satu sama lain.

Semoga dalam rangkaian hidup ini, kita tak kan pernah ada di posisi kedua. Posisi dimana ”aku diri” yang positif tetapi ”aku sosial” bernilai negatif. Posisi dimana kita telah merasa ’perfect” dalam segalanya (baik) tapi justru orang lain tak merasakan pengaruh yang positif atas kehadiran kita. Agar terhindar dari hal tersebut, sudah semestinya setiap kita melakukan ”hisab diri” (introspeksi diri) secara berkala. Atau sering-sering meminta orang lain untuk jujur terhadap diri kita. Dan setiap kita harus bisa menbangun komunikasi yang baik pada setiap orang-orang terdekat kita. Agar mereka merasa ’care” terhadap kita, hingga tak merasa segan memberikan teguran (kritik & saran) yang positif bagi kita.

Saya hanya ingin berbagi satu hal, tentang sepenggal romantika kehidupan bersama seseorang yang mungkin sekarang telah begitu dekat dengan saya. Saya lupa bagaimana persisnya untuk pertama kalinya Alloh mempertemukan kami. Satu hal yang pasti sudah hampir tahun saya dan juga dia saling mengenal dan seringkali bersama menggoreskan tinta di atas diari kehidupan yang sesungguhnya.

Saya dan juga dia pada awalnya seperti 2 sisi mata uang yang saling berbeda. Ia pendiam dan cenderung tertutup, sementara saya tak begitu. Ia cenderung takut untuk menyapa setiap orang yang ditemuinya, sementara saya cenderung familiar, ia cenderung egois dan manja, sementara saya justru sebaliknya. Secara fisik, Postur badan dan tingginya jauh melampaui saya. Tapi belakangan saya tau, ia memiliki IQ yang jauh lebih baik dari saya. Tapi entah bagaimana perbedaan2 itu akhirnya menjadi sebuah jalinan yang tak merugikan satu sama lain.

Awalnya dulu, dia yang begitu tertutup dengan hampir semua orang, tiba-tiba bisa begitu terbuka terhadap saya. Ia menceritakan hampir semuanya tentang kehidupannya, bahkan tentang kisah sedih dan suram di keluarganya. Sebagaimana juga saya terhadap yang selain dirinya, sejak saat itu saya berusaha ”care” dengannya. Berusaha selalu ada saat ia membutuhkan. Berusaha selalu ada ketika ia ingin didengarkan. Berusaha selalu menemaninya saat ia membutuhkan kebersamaan, berusaha berbagi motivasi saat ia tak sesemangat biasanya.

Di tengah perjalanan....saya merasa ada yang ”tidak baik” dengannya. Saya sadar ternyata
Apa yang saya usahakan untuknya...justru membuatnya terlalu bergantung terhadap saya, lebih manja dan egois. Selalu ingin diperhatikan, selalu ingin kita ada untuknya tanpa memperdulikan hak dan kewajiban saya terhadap oranglain. Bahkan ia seringkali menyatakan ketidaksukaannya manakala saya harus berbagi hati & waktu untuk rekan lainnya. Padahal prinsip saya , saya ingin memberikan pelayanan yang sama bukan hanya terhadapnya, tapi semua teman/ rekan saya tanpa memperlakukan spesial terhadap salah satu diantaranya. Saya ingin membangun hubungan yang baik terhadap siapapun. Dan sya juga ingin begitu juga dengannya. Tapi ternyata tidak begitu dengannya. Satu lagi yang membuat hati saya berontak, ia selalu dan selalu berusaha bersama saya. Menginap di rumah misalnya..Pada dasarnya saya senang terhadap siapapun yang ingin menginap di rumah. Tapi jika terlalu sering dan banyak menghabiskan waktu hanya untuk obrolan saja, maka akan ada aktivitas saya yang terlalaikan.

Sungguh saat itu saya merasa sangat bersalah dengannya. Karna ternyata kehadiran dan kedekatan yang saya bangun terhadapnya justru menjadikan pribadi tak sedewasa yang saya harapkan. Maka sejak saat itu saya berusaha merubah pola hubungan dengannya. Saya berusaha menjauh. Meniminimalkan pertemuan dengannya, menjawab sms& telfonnya seperlunya, dan berusaha cuek terhadapnya. Semuanya saya lakukan dengan satu tujuan : merubah sifat negatifnya , agar tak manja dan egois, dan membangun kedekatan dengan banyak orang agar tak terfokus dengan satu orang : saya.


Selama beberapa bulan rencana itu saya jalankan dengan sempurna, tanpa perlu mengkomunikasikan dengannya. Tapi ternyata ia menanggapinya negatif. Ia Tak berubah.
Ternyata ada yang salah dengan cara saya. Saya salah karena tak mengkomunikasikan secara baik dengannya. Sehingga ia justru tertekan dengan sikap saya yang berbeda jauh dengan hari-hari biasanya. Selang berapa lama setelah terdesak olehnya saya mencoba mengkomunikasikannya secara baik. Beberapa hari berselang sepertinya ia mulai bisa menerima dan mencoba mengoreksi diri...dan mulai mengurangi intensitas pertemuan, sms & juga telfon. Alhamdulillah...

Hanya saja seiring berjalannya waktu kadang ia kembali ke sikapnya yang semula. Dan kondisi demikian seringkali berulang. Jika sudah begitu saya berusaha memeperlakukannya sewajarnya, atau bahkan terkadang terkesan cuek dan bahkan tak memeperdulikan kehadirannya..(.He..he..., sadis juga yah??). Tapi lagi-lagi dengan satu tujuan agar dia bisa korektif dengan sikapnya yang seringkali menurut saya terlalu berlebihan dalam mengekspresikan ”sayang & perhatiannya”. Ia terlalu baik, rasanya tak ada, permintaan saya yang ditolaknya dalam bentuk jasa misalnya, ia selalu bersedia menjemput atau menghantar saya ke suatu tempat. Dia bahkan selalu ada saat saya membutuhkan pertolongannya. Hampir sempurna nilainya. Satu lagi dia paling murah hati jika harus berbagi materi. Rasanya sudah tak terhitung lagi kebaikan-kebaikan atau sikap yang menunjukkan perlakuan khusus untuk saya. Tapi entah mengapa saya merasa tak nyaman dengan semua perlakuannya. Hampir semuanya berlebihan. Meski Rasulullah telah menganjurkan kepada kita untuk dapat mengungkapkan perasaan cinta kita terhadap saudara muslim lainnya. Demikian juga dengan ungkapan sayang. Bahwa memang benar adanya : ”barang siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi ”. Tapi sekali lagi saya tetap merasa ”enggan” pada kondisi saat itu.

Alhamdulillah...Waktu yang terus berjalan...memproses persahabatan kami menjadi lebih baik.....Ia mulai dewasa, mulai bisa memahami segala kondisi yang tak mengenakan hatinya. Manjanya tak sesering dulu. Egoisnya juga semakin luruh oleh waktu...Bahkan negatif thinkingnya menghilang tanpa bekas.....:)
Begitu juga dengan saya...Kini saya sadar sepenuhnya bahwa semua kebaikan yang dilakukannya penuh ketulusan dan tanpa mengharap balas atas smuanya...Saya sadar sepenuhnya bahwa semua yang dilakukannya adalah buah kasih sayang yang begitu putih di hatinya........

Begitu banyak surat-surat hatinya yang ia kirimkan...meski kami seringkali bertemu.....
Karna dia memang sulit mengungkapkan hati dengan lisan....begitulah....
Ada satu surat terakhir yang baru saya terima sebulan yang lalu tepat di hari milad saya...
Surat yang begitu mengesankan...tak kalah mengesankan dengan surat-suratnya terdahulu...

Pa kabar mba’ ku tersayang? Semoga kasih sayang itu tak kan pernah pudar dimakan usia…..semoga kenangan indah bersama mba’ tak kan pernah luput dari ingatan..
Orang yang selalu memberiku motivasi…orang yang sabar…orang yang lembut….sehingga susah untuk mengungkapkan kekurangannmu….

Terima kasih atas kesabaranmu menjadi teman untukku…
Terimakasih sudah beredia mendengar semua keluh kesahku..
Terimakasih telah menjadi tempat untukku belajar dewasa...
Tapi memang diri ini terlalu nakal...sehingga selalu menyakiti dirimu.......

Met Milad yang ke 23..Semoga tambah sukses di dunia maupun akhirat..
Selamat juga atas gelar yang diraih : Agus Triningsih, S.Si

Trimakasih atas semua yang telah mba’ berikan untukku...
Semoga Alloh memberikan kesempatan kepada saya untuk membalas semuanya....
Minimal sama dengan yang mba’ berikan...:)

Dari sekian banyak suratnya....tak ada satu pun yang terbalas...
Tapi melalui blog ini saya akan menjawab semua surat-suratnya, hanya dengan deretan kalimat berikut :

”De..’jika hujan turun deras & lama, cobalah untuk keluar.....
Hitung & rasakan tiap tetes hujan yang membasahi dirimu...
Sebanyak itulah mba bersyukur pnya adik spertimu.”

”met milad....smoga engkau akan benar-benar segera mengakhiri kesendirianmu...
Semoga sayang yang kita miliki tak hanya sampai di sini...tapi hingga nanti di tempat sebenar-benarnya kita hidup....”



September 2008..
”Mba’ persembahkan tulisan ini...dengan sepenuh sayang di hati...
Maaf untuk ”sayang” yang belum sempat terbalas...”

Senin, 25 Agustus 2008


Diary hati, Juli 2008

~ Ketika Hati Menangis ~

Seperti biasa sembari menggarap data-data hasil penelitian, hampir pasti saya selalu mengaktifkan radio Hp. Hari ini saya mendengarkan Radio Siesta Fm (Inspirasi Indonesia) yang di relay dari Jakarta melalui radio lokal di Pontianak. Meski bukan radio dakwah, tapi program-program acara ini memang memberikan banyak perenungan, motivasi serta inspirasi tentang kehidupan. Hampir seluruh acaranya dibawakan oleh Sanaz Haq dan rekannya : Gilang. Saat itu saya menyimak salah satu program yang paling saya minati adalah :”Berhenti Sejenak”. Program ini selalu menghadirkan bintang tamu, dimana kemudian pengalaman hidupnya akan diangkat sebagai bahan renungan bagi setiap pendengar.

Kali ini Siesta menghadirkan Kang Yana, seorang ayah dari seorang anak bernama Oval (6 thn). Ia baru saja 2 tahun bercerai dengan istrinya. Ia bercerai di usia pernikahannya yang ke-10. Istrinya meminta ia dan anaknya meninggalkan rumahnya sendiri. Karna sang istri telah memiliki ”cinta ” dari laki-laki selain suaminya. Tragisnya sang istri memang meminta kang yana untuk membawa Oval pergi jauh darinya. Sebenarnya sejak 6 bulan sebelum peristiwa pngusiran itu sang istri sudah sering meminta cerai darinya tanpa ada masalah yang menjadi pemicunya. Namun kang Yana selalu berusaha membangun komunikasi dari hati ke hati dengannya agar perceraian itu tak kan pernah terjadi. Kang Yana tetap mempertahankan pernikahannya, demi menjaga perasaan dan perkembangan psikologis Oval. Dan peristiwa pengusiran hari itu membuatnya tak bisa bertahan lagi. Meski rumah itu adalah milik mereka berdua, tapi demi menjaga perasaan dan hati Oval, kang Yana tak sama sekali mengadakan perlawanan mulut terlebih lagi perlawanan fisik. Sejak hari itu hingga 2 tahun perceraiannya, kang Yana selalu menangis jika diminta atau terpaksa harus berbagi ke orang lain tentang perceraiannya. Bukan saja karna cintanya yang dikhianati tapi lebih karna kang Yana selalu didera rasa bersalah terhadap anaknya.

Sebagai pendengar saya bisa merasakan bahwa begitu besarnya kasih sayang kang Yana kepada Oval, anaknya. Diantara tangisannya kang Yana melafadkan sebait do’a buat anaknya : ”Ya Alloh berilah keberkahan hidup bagi anak saya dan jangan biarkan ia mengalami kegetiran dan kepahitan dalam hidupnya..”

Bait do’a itu terlantunkan dengan suara yang bergetar penuh harap....: Pilu banget...dalem rasanya. Begitu besarnya kasih sayangnya tersebut, hingga ia berazzam tak kan menikah lagi tanpa restu dari anaknya. Akhirnya kang Yana berpesan kepada seluruh pendengarnya :”bahwa perceraian itu menyakitkan siapapun, seperti apapun kondisi pernikahan, jangan pernah memberi kesempatan untuk perceraian.

Selama berbagi cerita, saya mendengarnya menangis sesegukan ….ada sedu sedan yang tertahan....ya...spertinya ia berusaha membendung air matanya...tapi akhirnya sedih itu tumpah tak terbendung...Tangisnya begitu menggetarkan hati ini. Bagi saya jika seorang laki-laki menangis itu menandakan bahwa ada kesedihan yang teramat sangat dari lubuk hatinya yang terdalam....

Sebab yang saya tau laki-laki adalah mahluk yang paling kuat dan seringkali mampu menyembunyikan kesedihannya. Menangis adalah hal yang sangat biasa bagi siapapun...karna hampir setiap kita pernah menangis..sebagai pelampiasan dari ”sedih” yang membuncah dalam jiwa atau senang yang teramat sangat. Seperti kang Yana kini.

Siapapun pasti tak menginginkan perceraian. Tapi manakala pilihan itu tak dapat terelakan, maka hanya keikhlasan dan kesabaran lah yang menguatkan kita.

Dan siapapun anda manakala kesedihan menyapa anda,

maka menangislah....sebab Alloh menyiptakan kantong mata tanpa gender..

menagislah...sebab menangis bukan tanda kelemahan atau ketidakmatangan seseorang.....

menangislah....karna airmata yang tertahan akan menyebabkan perasaan tertekan dan tegang....

menangislah ...karna dengannya kita akan merasa lebih nyaman.......

Report:

”Berbagai studi kedokteran menegaskan bahwa otak itu akan mengeluarkan unsur-unsur kimiawi pada saat airmatagma mengalir. Disamping itu menangis juga akan menambah jumlah detak jantung sebagai latihan yang bermanfaat bagi diafragma serta bagi otot2 dada dan kedua pundak. Setelah menangis, kecepatan detak jantung akan kembali formal, otot2 akan bisa meregang dan selaanjutnya akan muncul kondisi perasaan yang nyaman, sehingga pandangan seseorang kepada berbagai persoalan yang dihadapinya menadi lebih jelas”. (Hasan bin Muhammad Bamu’aibid, 2007: ”berobat dengan air mata”)

~ Tanpa Jeda ~

Minggu, 24 Agustus 2008


~ Tanpa Jeda ~

Rabby…

Ampuni atas sgala khilafku…..

Ampuni atas cintaMu yang tlah terlalaikan……..

Aku mulai mengerti kini…

Aku telah menemukan jawabnya...

Bahwa ini adalah ujian hati...

Bahwa saat ini belum tepat bagiku...

Bahwa ini adalah awal yang baik....

Bahwa ini adalah caraMu menarik tanganku...

Agar tak menyesal di kemudian hari...

Meski kini sesakku membuncah tanpa jeda...

Meski tangis seringkali tak dapat tertahankan....

Meski hati ini bagai tersayat sembilu..

Tapi ku yakin pasti ini adalah caraMu yang paling indah...

Karna Engkau tau bahwa hati ini tak mampu terpisah jauh dari keluarga dan juga sahabatku..

Di antara pilu ku lambungkan kesyukuran di atas kaki-kaki langitMu..

Trimakasih untuk semua pelajaran yang berceceran hikmah..dan baru ku temukan kini...

Diary Hati, Juli 2008

~ Ehm....Sekali Lagi Tentang Jodoh ~

Jumat, 22 Agustus 2008


~ Ehm....Sekali Lagi Tentang Jodoh ~

”Kak... calon suami Qta sedang apa yahJ?...knp tak kunjung datang juga..:)? Sungguh hati ini begitu telah merindukan hadirnya...ingin segera mencium punggung tangannya...ingin segera berbakti kepadanya...ingin segera membasuh peluh2 perjuangannya..ingin segera menggenapkan setengah dien ini....”

Message delivered.....

1 message recceived :

”Sabar dunk...jodoh kita ga’ akan pernah tertukar deh...dia akan datang pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat....saat kita telah menantinya dan dia belum datang juga...itu artinya kita masih punya banyak waktu untuk memperbaiki kualitas hati & diri...karna dia yang akan hadir tidak akan jauh berbeda dengan kita”

Sebuah balasan sms saya terima dari seorang sahabat di Sibolga-Medan, Seorang akhwat yang tentu saja cantik secara fisik maupun zhahir. Seorang guru PNS di daerahnya. Seorang akhwat yang tentu saja sempurna di mata ikhwan manapun. Namun, saat ini ia juga masih dalam bilik yang sama seperti saya : ”bilik penantian”. Entah apa yang membuatnya belum menikah hingga saat ini, tapi satu jawaban yang pasti sudah kita ketahui bersama adalah karna Alloh belum mempertemukannya dengan jodohnya. Meski usianya kini jauh melampaui usia saya, tapi ia tak sama sekali mengeluh dan selalu saja sabar menanti. Dan satu hal yang paling istimewa darinya, ia selalu saja berprasangka baik padaNya. Tak pernah ada kecemasan, tak ada kekhawatiran. Hatinya selalu penuh dengan bulir-bulir kesyukuran padaNya. Subhanallah.

Teringat kembali dengan sebuah diary hati seorang akhwat yang pernah saya baca dari sebuah blog beberapa tahun yang lalu. Dalam diary tersebut saya ketahui bahwa akhwat ini telah ”berproses” sebanyak 21 kali dalam kurun waktu beberapa tahun. Dan kesemua proses tersebut tak sama sekali berujung pada pelaminan yang telah ia nanti-nantikan. Entah apa faktor penyebabnya...Yang pasti hingga saat itu, akhwat tersebut tetap kuat berdiri. Meski mungkin sambil menata pilar-pilar hatinya yang tumbang tak beraturan. Kecewa pasti ia rasakan, karna itu adalah fitrah diri, tapi tentu saja ia tak sama sekali menyesali atau bahkan menangisi diri. Ia bahkan mampu membesarkan hatinya hingga saat ini. Sembari khusnudzon padaNya atas smuanya. Tak ada benci pada sang Khalik. Semuanya ia terima sebagai bukti cintaNya terhadapnya. Ahh....ia sungguh hebat.

Entah mengapa....hati ini kadang terasa tak sabar lagi menanti hadirnya, padahal belum genap dua bulan menanti...iya...baru saja dua pekan hati ini memutuskan untuk siap menikah.......Apalagi sekarang setelah usia ini genap 23 tahun. Begitu inginnya hati memanajemen usia yang telah Alloh anugrahkan.

Syukurlah Alloh menghadirkan orang lain bagi saya untuk berkaca diri. Saat kadang merasa tak sabar lagi, saya akan kembali berkaca diri pada seorang dosen di kampus saya. Beliau adalah anak sulung dari 4 bersaudara. Di usianya yang telah matang (31 thn) dengan karier yang sedemikian bagus (dosen negri), beliau belum juga menikah (tahun 2004). Bukan karna tak ingin, atau belum menemukan jodohnya...Tetapi memang sengaja menundanya hingga sekian lama. Demi membahagiakan sang ibu (ayahnya telah meninggal sejak kecil), dan ketiga adik-adiknya, ia rela mengorbankan waktu dan segala materi yang dimiliki. Azzamnya ia hanya akan menikah jika ketiga adiknya sudah menyelesaikan program S1. Iya, semenjak kuliah dulu beliau memang menjadi tulang punggung keluarganya. Azzam tersebut memang dibuktikan dengan kesungguhannya. Ketiga adiknya telah mendapatkan gelar S1 nya, beliau sendiri telah mnyelesaikan S2nya. Dan akhirnya di usianya yang ke 35, tepatnya 4 bulan yang lalu beliau baru mengakhiri masa lajangnya. Ehmm...sungguh bagi saya apa yang telah beliau lakukan adalah pengorbanan yang luar biasa. Pengorbanan yang tentu saja tak semua orang dapat melakukannya.

Meski saya bukan anak sulung dan tak memiliki adik. Tapi saya tetap ingin membahagiakan keluarga saya serta berkorban untuk mereka. Tapi bukan bearti dengan pengorbanan yang sama : ”menunda pernikahan”, karna saya yakin masih banyak hal lain yang bisa saya persembahkan untuk keluarga saya. Dan saat ini saya tetap memutuskan untuk menyegerakan menikah. Karna begitu banyak keutamaan –keutamaan yang Alloh berikan pada seorang istri, terlebih seorang ibu. Dan saya ingin mendapatkan kesempatan itu. Tapi manakala Alloh belum menghadirkannya, Tak ada yang lebih bijak selain memperbaiki kualitas diri dihadapannya. Bagaimana menurut anda????????


Agustus 2008
Malam menjelang dini hari

~Ehmmmmm...Akhirnya....~

Rabu, 23 Juli 2008

Dear alam mayaku…..

Hari ini Kamis, 10 Juli 2008.....akhirnya aku lulus juga ry....

Alhamdulillah....sungguh telah penuh kesyukuran di hati ini..

Ah....hari yang sekian lama tlah ku nantikan.....

6 tahun ry.... hampir 6 tahun aku memperjuangkan smuanya...

Begitu panjang jalan yang harus ku lalui...

Kau pasti tau ry, apa yg ke rasakan kini...

Kebahagian itu tumpah ry..........

Ada suka yang bertaburkan jutaan tawa dan jutaan canda...

Ada duka yang yang mengundang mendung dan tangis di hati...

Ada lelah yang berhiaskan peluh yang megundang aroma anyir di tubuhku...

Ada semangat yang membahana atas sebuah cita....

Ada merah yang merona atas kesemuan sebuah cinta....

Meski tragedi pernah datang menyapaku........

Tapi....Indah ry....semuanya yang kulalui adalah pesona keindahan yang tiada duanya...

Begitu manis untuk dirasakan oleh siapapun juga.......

Begitu merdu jika harus ku kumandangkan syair-syair yg telah terangkai selama ini...

Kau pasti tau ry, apa yg ke rasakan kini...

Kebahagian itu tumpah ry..........

Terlebih ketika melihat binar kebahagiaan di wajah Bapak ry...

Smua perbendaharaan kata yang ku punya tak kan cukup untuk mendiskripsikan ekspesinya kala itu...........

Sungguh Tak pernah ku lihat sebelumny ry.............

Bapak.....iya Bapak adalah sumber motivasi terbesarku ry.........

Terakhir saat penelitian hingga menjelang wisuda...aku begitu sering memutar

”ada band – Yang terbaik untuknya...”......

Bait-bait itu menguatkanku ketika lemah....meringankan bebanku ketika smuanya terasa berat....menarik langkahku ketika mulai lambat melangkah...................

Mama’.....Mama’ adalah sumber kekuatan cintaku ...agar tetap dapat menapaki rintangan dengan sepenuh cinta di hati...........

Aku juga selalu memutar nasyid ”masa kecil bersama ibu” hampir setiap malam...

Bait-bait itu juga semakin menguatkan kesabaranku....atas segala sesuatu yang terasa sulit bagiku....

Mama’ yang selalu setia menantiku di depan pintu setiap malam ketika ku pulang malam dengan lelah yang tak tertahankan..........

Mama’ yang selalu menawariku makan meski kadang tak ada inginku tuk sesuap nasi...

Sungguh..........betapaku kagum dengan cinta yang mereka miliki........

Dan kelulusan hari ini adalah untuk mereka..........

Akhirnya tak ada kata yang lebih indah dari pada kesyukuran atas nikmatnya di hari ini

”Alhamdulillahi rabbil ’alamiin..................”

Semoga semua yang telah ku terima di hari ini semakin menambah cintaku padaNya

Dan semakin menambah ketaatanku padaNya..........Amiiin.



10 Juli 2008

ketika bahagia masih memenuhi rongga hatiku...

`Harmony Hati`

Seorang sahabat mengirimkan SMS nya ke saya:

”Jodoh memang sebuah misteri Illahi…seperti misteri segitiga bermuda Formosa, seperti misteri penyalipan yudas …seperti lenyapnya benua Atlantis dan harta raja Sulaiman.”

Mmm...iya, setiap kita pasti mengiyakannya. Bahwa jodoh adalah sebuah misteri yang unik bagi siapapun. Berbibacara tentang jodoh, seketika saya teringat seorang novelis ternama di Indonesia : Helvy Triana Rossa. Beberapa bulan yang lalu saya mengunjungi blog beliau. Sebuah blog yang berisi tentang romantika kehidupannya dengan sang suami: mas Tomy. Tentang mas Tomy nya itu...., seseorang yang awal tak sama sekali ia kenal kini telah mendampingi hidupnya selama 12 tahun. Sedari kecil mba Helvy tak sama sekali memiliki teman maupun karib keluarga yang bernama Tomy. Tetapi Tomy adalah sebuah nama yang ia berikan kepada boneka kecilnya. Hingga kemudian Alloh menghadirkan seorang Tomy untuknya. Ia dijodohkan dengan Mas tomy yang sedehana dan memiliki karakter yang hampir pasti berlawanan dengan karakternya. Menurut Faridz, anaknya yang kini juga telah menjdi penulis cilik : ”Bunda tuh sangat jauh berbeda dengan Ayah. Bunda romantis sementara ayah ga’ sama sekali romantis, Bunda seriiiing ngobrol, tapi ayah sangat pendiam, Bunda tuh begini tapi ayah begitu...duh pokoknya banyak banget deh beda nya.... Tapi hebatnya bunda dan ayah tuh ga’ pernah bertengkar.., Bunda ngertiin ayah banget...Ayah juga begitu... dan yang pasti bunda dan ayah sama-sama saling mencintai dan sama-sama sholeh.:)

Perbedaan karakter yang serupa juga saya temukan pada kedua orangtua saya. Bahkan hampir tak ada persamaan karakter antara keduanya. Meski mereka tak saling mengenal satu sama lain sebelum pernikahan (mama’ menerima lamaran bapak lantaran kakek juga menerimannya dengan hanya satu alasan : bapak pinter shholat dan ngaji, meski saat itu bapak tak mempunyai pekerjaan tetap), Teapi seiring berjalannya waktu mereka sama-sama bisa saling menyanyangi, saling mencintai, saling mengerti, saling menerima kekurangan satu sama lain, dan saling memahami perbedaan-perbedaan di antara keduanya Demikian juga dengan ketiga saudara saya yang telah menikah. Ada banyak perbedaan yang saya temukan antara mereka dengan pasangannya masing-masing. Perbedaan itu justru terlihat lebih indah. Iya tentu..karna bagi saya saling memahami dan mengerti antara satu sama lain adalah harmony kehidupan yang sangat indah. Meski perbedaan bisa menjadi potensi konflik bagi siapapun. Dan tentu saja tak akan ada hubungan tanpa konflik. Tapi kedekatan diri denganNya akan mampu mengatasi konflik dengan ending yang sangat bijak.

Sekarang saya mulai dapat menyimpulkan bahwa jodoh kita tidaklah harus berkarakter sama dengan kita. Justru sepertinya kita harus mencari atau bahkan menciptakan perbedaan itu. Perbedaan itu akan menjadi suatu tantangan yang jika kita kelola dengan baik akan menjadi kekuatan terbaik bagi kita. Jadi sebenarnya kita tidak perlu melakukan pendekatan personal dengan seseorang yang merupakan jodoh kita nantinya. Karna kita tak perlu mencari kecocokan sikap dan karakter.

Bahwa Islam hanya membolehkan taaruf dan mengharamkan sesuatu yang melebihi itu memang benar adanya. Tak perlu adanya penjajakan, tak perlu ada pacaran karna darinya tak kan ada manfaat apapun. Alasan untuk menemukan kecocokan, saling memahami atau apapun sesungguhnya hanya alasan klise yang sebenarnya tak kan berpengaruh apapun terhadap keharmonisan rumah tangga di kemudian hari. Karna kita tak perlu mencari kecocokan sikap dan karakter. Kita hanya perlu menyiapkan kekuatan ruh, hati, jiwa dan fikiran untuk dapat beradaptasi dengan kemungkinan perbedaan yang ada. Kita hanya perlu tau kualitas keimanannya. Karna semakin tinggi keimanan seseorang maka ia akan semakin bijak dan sabar menjalani proses adaptif di kemudian hari, tanpa ada keluh kesah dan tanpa kecewa di hati.

Ehm....jadi berjodoh dengan orang yang baru saja kita kenal atau menerima proses perjodohan??? So what gitu loh?? Tapi : ”Iman ”..harus menjadi sandaran utama kita untuk menentukan pilihan itu...Bagaimana??? setuju???.


Juli 2008

kala masih menantinya...